23 Mei Memperingati Hari Apa? Berikut Daftarnya!

23 Mei
PEJUANG. Mengenang wafatnya Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari, ulama dan pejuang asal Gowa yang wafat pada 23 Mei 1699 di Afrika Selatan. (foto:ist)

inspirasinusantara.id — Ada beberapa perayaan penting pada hari Jumat, 23 Mei salah satunya adalah Hari Mengenang Wafatnya Syekh Yusuf: Ulama Pejuang dari Gowa yang Diakui Dunia.

Tanggal 23 Mei menyimpan beragam makna yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan, sejarah, hingga harapan akan keberuntungan. Beberapa peringatan penting yang jatuh pada hari ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga alam, memahami penyakit kronis, hingga mengenang tokoh besar bangsa.

23 Mei memperingati hari apa saja?

Berikut ini beberapa hari peringatan pada (23/5/2025) :

1. Hari Kura-Kura dan Penyu Sedunia: Simbol Kepedulian terhadap Spesies yang Terancam Punah

Pertama kali digagas pada 23 Mei 1990, Hari Kura-Kura dan Penyu Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap ancaman nyata yang dihadapi spesies kura-kura dan penyu.

Mulai dari kerusakan habitat, pencurian telur, hingga perburuan liar, semua menjadi tantangan besar bagi kelangsungan hidup reptil ini. Pemilihan bulan Mei juga bukan tanpa alasan, karena saat inilah kura-kura biasanya keluar dari masa hibernasi dan mulai berkembang biak.

2. Hari Crohn dan Kolitis Sedunia: Mengenali Penyakit yang Mengganggu Pencernaan

Diperingati setiap 23 Mei, Hari Crohn dan Kolitis Sedunia mengajak publik untuk mengenal lebih dekat penyakit radang usus kronis ini. Crohn dan kolitis ulseratif adalah kondisi serius yang menyebabkan nyeri perut hingga diare parah, dan hingga kini penyebab pastinya masih menjadi misteri.

Namun, faktor genetik, sistem imun yang terganggu, dan pola hidup tidak sehat diyakini ikut berperan. Peringatan ini menjadi bentuk dukungan bagi jutaan pasien di seluruh dunia.

Baca juga : 22 Mei Memperingati Hari Apa? Berikut Daftarnya!

3. Hari Koin Keberuntungan Nasional: Sebuah Jejak Sejarah dan Harapan

Di Amerika Serikat, 23 Mei juga dirayakan sebagai Hari Koin Keberuntungan Nasional. Perayaan ini mengingatkan kembali pada sejarah dicetaknya koin satu sen pertama yang didesain oleh Benjamin Franklin pada tahun 1787.

Dikenal sebagai sen Fugio, koin ini berpesan “Mind Your Business” di satu sisi dan “We Are One” di sisi lainnya. Koin ini menjadi simbol harapan dan keberuntungan, sekaligus penghargaan terhadap inovasi ekonomi awal Amerika.

4. Mengenang Wafatnya Syekh Yusuf: Ulama Pejuang dari Gowa yang Diakui Dunia

Pada tanggal yang sama, bangsa Indonesia juga mengenang wafatnya Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari, ulama dan pejuang asal Gowa yang wafat pada 23 Mei 1699 di Afrika Selatan.

Ia dikenal luas sebagai tokoh dakwah yang berpengaruh, bahkan Nelson Mandela menyebutnya sebagai “Salah Seorang Putra Terbaik Afrika.” Setelah wafatnya, jenazah Syekh Yusuf dipulangkan dan dimakamkan di Lakiung, Gowa.

Pada 1995, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto, dan pada 2005, ia mendapat penghargaan kehormatan tertinggi dari pemerintah Afrika Selatan.

Rangkaian peringatan pada tanggal 23 Mei ini mengajak kita untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga mengambil pelajaran tentang pentingnya pelestarian, kepedulian kesehatan, harapan akan keberuntungan, dan penghormatan pada tokoh bangsa yang berjasa. (*/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top