BlackBerry, Gawai Tertinggal yang Kini Jadi Gaya Hidup Gen Z

BlackBerry
PONSEL LAWAS. Gen Z kembali jatuh cinta pada BlackBerry sebagai simbol nostalgia dan gaya unik. (foto:ist)

inspirasinusantara.id – Siapa sangka, di tengah dominasi iPhone dan Android, ponsel lawas BlackBerry justru kembali digandrungi. Bukan oleh mereka yang pernah hidup di era kejayaannya, tapi justru oleh generasi yang tumbuh tanpa pernah benar-benar menggunakannya: Gen Z.

Dari sekadar rasa penasaran, hingga bentuk perlawanan terhadap tekanan dunia digital modern, ponsel BlackBerry kini menjelma jadi simbol gaya hidup alternatif. Di platform TikTok, tagar #blackberry sudah digunakan lebih dari 125.000 kali, sebagian besar berisi konten unboxing, koleksi model jadul, hingga testimoni penuh nostalgia dari anak-anak muda yang baru sekarang mencoba “HP orang dewasa tahun 2000-an”.

“Saya beli BlackBerry Bold cuma karena penasaran,” tulis seorang pengguna dikutip dari CNBC

Baca juga : Android 16 Resmi Dirilis: Ubah Pixel Jadi Desktop Mini!

TikTok, seraya memperlihatkan ponsel hasil buruannya di eBay seharga US$40. Sementara pengguna lain mengaku akhirnya bisa memiliki ponsel yang dulu hanya jadi mimpi karena langsung mendapat iPhone sejak SD. Bagi sebagian anak muda, BlackBerry bukan sekadar ponsel jadul, tapi alat untuk “disconnect” dari dunia yang serba cepat dan penuh distraksi.

Dengan fitur terbatas dan tanpa notifikasi berlebihan, BlackBerry dianggap sebagai bentuk self-care digital — semacam slow living versi gadget. Padahal, di masa keemasan sekitar tahun 2010-an, BlackBerry sempat menguasai lebih dari 50% pasar smartphone di Amerika Serikat dan sekitar 20% secara global.

Namun, kehadiran layar sentuh dan sistem operasi yang lebih fleksibel membuat sang raja tergeser hingga akhirnya resmi dihentikan pada 2022. Kini, kehadirannya kembali justru dirayakan. Di forum-forum seperti Reddit, muncul rumor bahwa BlackBerry akan melakukan reinkarnasi.

Bahkan ada bocoran dari seseorang yang mengaku terikat perjanjian rahasia (NDA), meski unggahannya langsung dihapus. Tak sedikit netizen yang berharap kabar ini bukan isapan jempol belaka.

“Tolong ini nyata,” tulis satu komentar. “Saya siap beli kalau BlackBerry beneran comeback,” tulis yang lain.

Tren ini menunjukkan satu hal: teknologi lama bukan berarti usang. Dalam dunia yang terlalu cepat bergerak, justru barang-barang dari masa lalu bisa jadi penyejuk — dan BlackBerry, tanpa disangka, menjelma sebagai simbol “detoks digital” yang relevan di 2025. (*/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top