Lewat Bantuan Keuangan, Pemprov Sulsel Perkuat Infrastruktur Dasar di Luwu untuk Akses Aman dan Mobilitas Ekonomi Warga

Pemprov Sulsel
PERBAIKAN. Jalan di Kabupaten Luwu yang telah bagus lewat bantuan keuangan Pemprov Sulsel. (foto:ist)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Kerusakan jalan dan keterbatasan akses penghubung antarwilayah masih menjadi persoalan mendasar di Kabupaten Luwu. Kondisi infrastruktur yang tidak layak bukan hanya mengganggu kenyamanan mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan serta menghambat distribusi barang dan aktivitas ekonomi lokal.

Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyalurkan bantuan keuangan untuk penanganan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Luwu. Program ini difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan harian masyarakat, khususnya akses jalan yang selama ini mengalami kerusakan.

Salah satu ruas yang telah rampung ditangani adalah Jalan Pemuda dengan panjang 945 meter dan lebar 4 meter. Jalan ini sebelumnya berada dalam kondisi rusak dan telah lama diusulkan warga karena menjadi jalur aktivitas harian masyarakat. Setelah dilakukan pengaspalan ulang, akses tersebut kini kembali dapat digunakan dengan lebih aman dan nyaman.

Warga setempat menyebut perbaikan jalan tersebut berdampak langsung pada aktivitas mereka. Tahmrin, salah satu warga, mengatakan kondisi jalan sebelumnya menyulitkan mobilitas. “Setelah beberapa tahun diusulkan, akhirnya jalan ini diaspal kembali. Sekarang jauh lebih nyaman dilewati,” ujarnya.

Selain Jalan Pemuda, Pemprov Sulsel juga menangani akses menuju Jembatan Salu Jambu sepanjang 687 meter dengan lebar 4 meter. Ruas ini dinilai krusial karena menjadi jalur utama mobilitas warga di sekitarnya. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan yang berlubang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Iren, warga sekitar, mengungkapkan bahwa perbaikan akses tersebut memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. “Dulu jalannya rusak dan sering terjadi kecelakaan. Sekarang sudah jauh lebih baik,” katanya.

Tidak hanya perbaikan jalan, bantuan keuangan Pemprov Sulsel juga dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Salu Jambu dengan nilai sekitar Rp16 miliar. Saat ini, proyek jembatan tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Jembatan ini dirancang untuk menghubungkan Desa Salu Jambu dan Desa Lawawe, dua wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses langsung.

Keberadaan jembatan baru diharapkan dapat mengurangi keterisolasian wilayah serta memperlancar arus barang dan jasa antar desa. Asrul, warga sekitar lokasi, menyebut pembangunan jembatan menjadi harapan lama masyarakat. “Selama ini kendaraan yang lewat jembatan harus membayar. Kami berharap jembatan ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan warga,” ujarnya.

Ke depan, publik perlu mengawasi keberlanjutan program infrastruktur Pemprov Sulsel di Kabupaten Luwu, terutama terkait kualitas pembangunan, ketepatan waktu penyelesaian proyek, serta dampaknya terhadap keselamatan dan ekonomi warga. Tanpa pengawasan yang konsisten, investasi infrastruktur berisiko tidak optimal dalam menjawab persoalan akses dan keadilan pembangunan di tingkat lokal. (*/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top