INSPIRASI NUSANTARA-Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa minggu terakhir mulai memengaruhi kesehatan masyarakat di perkotaan. Peralihan suhu yang cepat, kelembapan tinggi, dan hujan yang tidak terduga membuat sistem imun tubuh bekerja lebih keras, sehingga risiko terkena penyakit saluran pernapasan meningkat.
Prof. Hardinsyah, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, menekankan pentingnya perhatian pada kecukupan nutrisi harian untuk menjaga daya tahan tubuh. Salah satu nutrisi yang berperan utama adalah vitamin C.
“Vitamin C membantu sel darah putih dan natural killer cell bekerja optimal dalam menghadapi virus atau bakteri sejak tahap awal. Kekurangan vitamin ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi,” ujar Hardinsyah. Pernyataan ini menegaskan bahwa vitamin C bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari strategi pencegahan kesehatan masyarakat.
Hardinsyah menjelaskan bahwa vitamin C berperan dalam pembentukan antibodi dan penguatan sistem imun adaptif. Sifat antioksidannya juga melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang jumlahnya meningkat saat tubuh mengalami stres fisik karena perubahan cuaca ekstrem.
Kebutuhan vitamin C harus dipenuhi setiap hari karena tubuh tidak dapat memproduksi maupun menyimpan vitamin ini dalam jumlah besar. Sumber alami vitamin C mencakup jambu biji, jeruk, pepaya, dan sayuran hijau. Konsumsi bahan segar dianjurkan agar kandungan nutrisi tetap optimal.
Metode pengolahan makanan turut memengaruhi kadar vitamin C. “Memasak dengan suhu tinggi atau waktu lama dapat mengurangi kandungan vitamin C. Cara memasak yang singkat dan minim panas lebih efektif menjaga nutrisinya,” kata Hardinsyah. Hal ini menjadi relevan bagi warga perkotaan yang sering mengandalkan makanan cepat saji atau siap masak.
Dalam kondisi tertentu, seperti keterbatasan akses buah dan sayuran segar atau masa pemulihan setelah sakit, suplemen vitamin C dapat dijadikan tambahan. Meski begitu, Hardinsyah menegaskan bahwa suplemen tidak menggantikan pola makan seimbang yang tetap menjadi fondasi utama kesehatan jangka panjang.
Dengan memastikan asupan vitamin C tercukupi secara rutin, warga dapat mempertahankan daya tahan tubuh di tengah cuaca yang sulit diprediksi. Strategi ini menjadi langkah preventif berbasis nutrisi, yang mendukung adaptasi masyarakat terhadap dinamika lingkungan perkotaan.(frh/IN)