Birthday Blues Picu Kecemasan Menjelang Ulang Tahun

JAKARTA, inspirasinusantara.id—Tidak sedikit orang justru mengalami kecemasan, kesedihan, atau kehilangan semangat menjelang hari ulang tahun. Fenomena psikologis ini dikenal sebagai birthday blues, yaitu kondisi emosional negatif yang muncul di sekitar momen bertambahnya usia, meskipun ulang tahun kerap diasosiasikan dengan perayaan dan kebahagiaan.

Psikolog klinis Dewi Rahmawati menjelaskan bahwa birthday blues bukan merupakan gangguan mental, melainkan respons psikologis yang berkaitan dengan tekanan emosional dan proses refleksi diri. “Ulang tahun sering menjadi penanda waktu yang membuat seseorang mengevaluasi hidupnya, apakah target pribadi, sosial, atau ekonomi sudah tercapai atau belum,” ujarnya.

Menurut Dewi, salah satu penyebab utama birthday blues adalah ketidaksesuaian antara harapan dan realitas. Banyak orang menaruh ekspektasi tinggi terhadap perhatian, ucapan, atau bentuk perayaan tertentu. Ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, perasaan kecewa dan kesepian dapat muncul secara intens.

Selain faktor ekspektasi, ulang tahun juga memicu refleksi terhadap pencapaian hidup. Tekanan terhadap milestone usia—seperti karier yang dianggap mapan, status hubungan, atau kestabilan finansial—kerap memperkuat perasaan gagal atau tertinggal dibandingkan orang lain. “Perbandingan sosial, terutama di media sosial, ikut memperbesar beban psikologis saat ulang tahun,” kata Dewi.

Faktor lain yang turut berkontribusi antara lain ketakutan terhadap proses menua, pengalaman tidak menyenangkan pada ulang tahun sebelumnya, serta karakter kepribadian tertentu. Individu dengan kecenderungan introversi, misalnya, dapat merasa terbebani oleh tuntutan sosial untuk merayakan ulang tahun secara terbuka.

Secara umum, gejala birthday blues ditandai dengan perubahan suasana hati secara tiba-tiba, kecemasan, keengganan merayakan ulang tahun, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi ini biasanya berlangsung sementara, beberapa hari sebelum atau sesudah ulang tahun, dan tidak selalu mengganggu fungsi harian.

Meski demikian, Dewi mengingatkan bahwa kondisi ini perlu diwaspadai jika berlangsung berkepanjangan. “Apabila perasaan sedih dan cemas terus muncul dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera mencari bantuan profesional,” ujarnya.

Untuk menghadapi birthday blues, psikolog menyarankan pendekatan yang lebih realistis terhadap ulang tahun. Mengelola ekspektasi, memaknai ulang tahun sebagai momen refleksi pribadi, serta membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan mental dinilai lebih efektif dibandingkan memaksakan standar perayaan tertentu.

Komunikasi terbuka dengan orang terdekat dan menetapkan bentuk perayaan sesuai kebutuhan pribadi juga dapat membantu meredakan tekanan emosional. “Yang terpenting adalah menyadari bahwa perasaan campur aduk saat ulang tahun merupakan hal yang wajar dan dialami banyak orang,” ungkap Dewi.(eva/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top