BULUKUMBA,inspirasinusantara.id — Marning, camilan berbahan dasar jagung kering, masih bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional yang dikonsumsi masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan. Makanan ini umum dijumpai di pasar tradisional hingga dijual oleh pelaku usaha rumahan di sejumlah kecamatan.
marning biasanya dijual dalam kondisi polos atau diberi tambahan rasa asin dan pedas ringan. Konsumen utama masih berasal dari masyarakat lokal, meski ada pula peminat dari luar daerah yang mengenal marning sebagai oleh-oleh,khas marning mencerminkan pola konsumsi masyarakat agraris yang memanfaatkan hasil panen jagung sebagai pangan alternatif.
Marning lahir dari kebiasaan masyarakat menyimpan jagung agar bisa dikonsumsi dalam jangka panjang. Ini bagian dari kearifan lokal marning tidak hanya berfungsi sebagai camilan, tetapi juga kerap menjadi pelengkap hidangan saat berkumpul atau acara keluarga. Namun, keberadaannya mulai terdesak oleh camilan modern yang lebih praktis dan beragam rasa.
Hingga kini, marning tetap diproduksi secara rumahan di Bulukumba. Keberlanjutannya dinilai bergantung pada regenerasi pembuat, inovasi kemasan, serta dukungan promosi agar camilan tradisional ini tetap dikenal di tengah perubahan selera masyarakat.(yy/IN)