MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Pemerintah Kota Makassar mulai memperketat sistem absensi dan meningkatkan disiplin pegawai setelah menerima sejumlah keluhan.
Kepala BKPSDMD Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengungkapkan bahwa masih ditemukan pegawai yang tercatat hadir meski sebenarnya tidak masuk kerja.
“Kemarin kami banyak menerima komplain bahwa pegawainya ada yang tidak pernah masuk, tapi terhitung hadir. Ternyata ada sistem yang bermasalah, sehingga kami tarik dulu semua mesin absen scan,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).
Untuk mencegah manipulasi absensi, Pemkot Makassar kini mewajibkan penggunaan scan wajah melalui aplikasi Bipang.
“Bukan lagi tangan, tapi scan wajah. Kemarin belum maksimal karena kami beberapa kali pindah kantor dari GTC, pindah ke sini jadi sistemnya kurang stabil. Sekarang sudah pakai scan wajah, mulai bulan ini,” jelasnya.
Dengan sistem ini, absensi pegawai diharapkan lebih akurat dan transparan.
Selain penguatan absensi, Pemkot Makassar juga mendorong peningkatan kinerja pegawai melalui program apresiasi.
Tahun depan, selain Employee of the Year, pemerintah akan meluncurkan Employee of the Month.
“Kalau employee of the month, tiap SKPD mengirimkan satu nama untuk dinilai sebagai pegawai terbaik di instansinya,” kata Kamelia.
Kamelia menyebutkan, program penilaian ini merupakan bentuk penghargaan kepada pegawai berprestasi sekaligus mekanisme untuk mendorong budaya kerja yang lebih disiplin, produktif, dan kompetitif di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Dengan pengawasan absensi yang lebih ketat dan program penghargaan yang terstruktur, Pemkot Makassar berharap kualitas pelayanan publik dapat meningkat secara signifikan. (*/IN)