Komitmen Toraja Masero Dimulai Dari Pengelolaan Sampah di Makale Selatan

Tana Toraja
INOVASI. Penandatanganan surat kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan Pemerintah Kecamatan Makale Selatan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan, Selasa (21/1/2026). (foto:ist)

TANA TORAJA, inspirasinusantara.id — Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi pintu masuk Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam mendorong agenda Toraya Masero di tingkat kecamatan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan surat kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan Pemerintah Kecamatan Makale Selatan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan, Selasa (21/1/2026).

Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombe, menegaskan bahwa komitmen bersama tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan langkah awal untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan selaras dengan visi pembangunan daerah pada periode sebelumnya.

“Toraya Masero bukan konsep yang berdiri sendiri. Ada kesinambungan dari Maelo, Mala’bi’, hingga Masero. Intinya, pembangunan harus saling terhubung, tidak dipertentangkan, serta dimulai dari pikiran dan hati yang bersih,” ujar Zadrak saat menyampaikan arah kebijakan pembangunan di hadapan peserta musrenbang di halaman Puskesmas Sandabilik, Kelurahan Sandabilik, Kecamatan Makale Selatan.

Penandatanganan komitmen dilakukan oleh seluruh kepala lembang dan lurah se-Kecamatan Makale Selatan bersama Camat Makale Selatan, serta disaksikan langsung oleh Bupati Tana Toraja dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Kesepakatan ini menjadi bagian dari arah perencanaan pembangunan tahun anggaran 2027 di tingkat kecamatan.

Zadrak menilai, salah satu tantangan utama di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga di Toraja adalah persoalan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, visi Toraya Masero diterjemahkan secara konkret melalui penguatan peran pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat.

“Jika kita berbicara pembangunan, maka harus dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan sampah, lingkungan yang bersih, serta ruang publik yang tertata,” katanya.

Adapun muatan komitmen bersama tersebut mencakup empat fokus utama, yaitu pengurangan sampah berbasis masyarakat melalui penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle); peningkatan sarana dan prasarana pengolahan sampah di tingkat kecamatan, lembang, dan kelurahan; penanganan kebersihan lingkungan, ruang publik, pasar, serta drainase; serta penegakan aturan melalui sanksi atau teguran terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan.

Menurut Zadrak, keberhasilan Toraya Masero sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan, bukan hanya pada tahapan perencanaan.

“Komitmen ini harus dijalankan secara bersama-sama. Pemerintah kecamatan dan lembang merupakan garda terdepan. Jika ini berjalan dengan baik, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Nata/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top