MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Keterbatasan ruang olahraga perkotaan yang mampu menjangkau gaya hidup masyarakat urban menjadi tantangan tersendiri bagi Makassar. Di tengah meningkatnya minat warga terhadap olahraga berbasis komunitas, kehadiran fasilitas baru dinilai dapat memengaruhi pola hidup sehat sekaligus aktivitas ekonomi kota.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meresmikan Lapangan Rebound Padel di Jalan Karunrung, Rabu (11/2/2026), sebagai bagian dari bertambahnya infrastruktur olahraga padel di Makassar. Data pengelola menunjukkan, saat ini terdapat lebih dari 50 lapangan padel yang tersebar di berbagai wilayah kota, menandakan pertumbuhan pesat olahraga tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Munafri Arifuddin menyebut padel berkembang tidak hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat perkotaan. Menurutnya, karakter olahraga ini mendorong partisipasi berkelanjutan dari para pemainnya.
“Padel ini unik. Hampir tidak ada orang yang sudah mencoba lalu berhenti. Selain olahraga, ini sudah menjadi gaya hidup dan ruang silaturahmi,” kata Munafri Arifuddin.
Ia menjelaskan, dari perspektif kebijakan daerah, pertumbuhan fasilitas olahraga membawa implikasi ekonomi. Lapangan olahraga termasuk dalam kategori pajak ketangkasan, sehingga berkontribusi pada pendapatan daerah. Di sisi lain, bertambahnya lapangan juga membuka peluang kerja baru, termasuk bagi atlet yang beralih menjadi pelatih.
“Banyak pemain padel yang kini bisa menjadi coach dan melatih pemain-pemain baru,” ujarnya.
Munafri Arifuddin juga menyoroti upaya para pelaku usaha padel yang mulai berkoordinasi untuk menyusun klasifikasi standar harga. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga iklim usaha tetap sehat dan menghindari persaingan tarif yang tidak berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menilai kehadiran Rebound Padel menambah alternatif ruang olahraga bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ia berharap fasilitas semacam ini dapat mendorong pola hidup aktif di kawasan perkotaan.
“Fasilitas seperti ini diharapkan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin aktif, sehat, dan produktif,” kata Aliyah.
Sementara itu, pemilik Rebound Padel yang juga Ketua Persatuan Olahraga Padel Seluruh Indonesia (POBSI) Makassar periode 2026–2030, M. Ikram Riswandi Sahabuddin, menyatakan fasilitas tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana hobi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan sosial.
“Harapannya usaha ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan kesehatan untuk kita semua,” ujarnya.
Bertambahnya fasilitas olahraga padel di Makassar mencerminkan perubahan kebutuhan warga kota terhadap ruang publik berbasis gaya hidup. Ke depan, tantangan bagi pemerintah kota adalah memastikan pertumbuhan sektor ini tetap sejalan dengan tata kelola pajak, pemerataan akses, serta keberlanjutan ruang olahraga sebagai bagian dari ekosistem urban Makassar. (*/IN)