MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam pembangunan kota. Menurut Munafri, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah sebagai regulator, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat sipil, termasuk Muhammadiyah.
Penegasan tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat menghadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kota Makassar yang digelar di Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara, Sabtu (27/11/2025). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara Pemerintah Kota Makassar dan Muhammadiyah dalam memperkuat peran sosial dan ekonomi umat.
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang dinilainya memiliki posisi strategis dalam pembangunan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ia menilai peran Muhammadiyah tidak terlepas dari kekuatan kader dan jejaring amal usaha yang konsisten bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
“Tanpa kehadiran Muhammadiyah, pembangunan di Kota Makassar akan terasa kurang lengkap. Muhammadiyah memiliki kekuatan besar melalui kader-kader terbaiknya yang aktif dan konsisten dalam proses pembangunan bangsa,” ujar Munafri Arifuddin.
Munafri menekankan bahwa Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Muhammadiyah, khususnya dalam sektor pembangunan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa dengan jumlah penduduk Makassar sekitar 1,4 juta jiwa serta kapasitas anggaran daerah yang besar, terdapat peluang kerja sama yang dapat dikelola secara bersama dan bertanggung jawab.
“Pemerintah Kota Makassar membuka ruang seluas-luasnya. Peluang itu ada, tinggal bagaimana kita bersama-sama menangkap dan mengelolanya dengan baik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Selain mendorong kolaborasi pembangunan, Munafri Arifuddin juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari strategi kesejahteraan jangka panjang. Ia mengajak Muhammadiyah untuk mengambil peran aktif dalam sektor-sektor ekonomi yang berkembang di Kota Makassar, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam konteks perlindungan aset umat, Munafri mengingatkan masih banyak rumah ibadah dan lembaga pendidikan di Kota Makassar yang belum memiliki sertifikat kepemilikan. Kondisi tersebut dinilai rawan memicu sengketa lahan dan praktik mafia tanah.
“Ini harus kita jaga bersama. Pemerintah sangat berharap keterlibatan aktif Muhammadiyah dalam upaya perlindungan aset umat, terutama masjid dan lembaga pendidikan, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sertifikasi aset keumatan bukan hanya soal administrasi, tetapi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fungsi sosial dan pendidikan bagi generasi mendatang.
Menutup sambutannya, Munafri Arifuddin menyampaikan ucapan selamat Milad ke-113 Muhammadiyah. Ia berharap Muhammadiyah terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun Kota Makassar yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Makassar berharap Muhammadiyah terus tumbuh sebagai organisasi yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi warganya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Makassar,” kata Munafri Arifuddin. (*/IN)