MAKASSAR,inspirasinusantara.id — Tantangan pembangunan perkotaan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kohesi sosial di tengah masyarakat yang beragam. Di Makassar, penguatan persatuan dan partisipasi warga dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan kota.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun kota tanpa sekat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama warga di Jalan Maccini Sawah, Kecamatan Makassar, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang digagas tokoh masyarakat sekaligus Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah, tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Usai berbuka puasa, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Al-Mujahidin, Jalan Maccini Sawah.
Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin mengatakan Ramadan menjadi momentum memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.
“Momentum Ramadan ini adalah momentum untuk menjaga kondusivitas, menjaga kebersamaan seperti yang kita rasakan hari ini,” ujarnya di hadapan warga.
Ia menegaskan pembangunan Makassar tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kemajuan kota sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial maupun kelompok.
“Makassar akan menjadi hebat dan luar biasa kalau dibangun bersama seluruh elemen yang ada di tengah-tengah masyarakat kota ini,” katanya.
Munafri Arifuddin juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh masyarakat yang menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai ruang-ruang pertemuan warga seperti ini dapat memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, hubungan yang harmonis menjadi prasyarat agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan menjawab kebutuhan riil warga. Ia berharap kebersamaan yang terbangun selama Ramadan dapat diterjemahkan dalam partisipasi aktif masyarakat di berbagai agenda pembangunan kota.
Kehadiran pemerintah kota dalam kegiatan kemasyarakatan, kata Munafri Arifuddin, merupakan bagian dari upaya memperkuat ukhuwah dan memastikan tidak ada jarak antara pemangku kebijakan dan warga.
Dalam konteks jangka panjang, penguatan kohesi sosial di tingkat komunitas seperti di Maccini Sawah dinilai berkontribusi terhadap stabilitas perkotaan. Bagi Makassar, konsistensi membangun ruang dialog dan kolaborasi warga menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.(*/IN)