MAKASSAR, inspirasinusantara.id—PSM Makassar menghentikan rangkaian kebobolan setelah bermain imbang 0–0 melawan Semen Padang FC. Hasil di kandang tersebut memutus delapan laga beruntun PSM selalu kebobolan, tetapi belum mengakhiri periode tanpa kemenangan yang memengaruhi posisi mereka di klasemen.
Pertandingan berlangsung dengan tempo moderat dan kehati-hatian tinggi dari tuan rumah. Tim pelatih PSM mengatur jarak antarlini lebih rapat serta memberi tugas khusus kepada gelandang bertahan untuk memotong distribusi bola lawan sejak area tengah, sehingga ruang tembak pemain depan Semen Padang menjadi terbatas.
Dalam fase menyerang, PSM berupaya mengontrol permainan lewat penguasaan bola dan eksploitasi sisi sayap. Sejumlah peluang lahir dari tembakan jarak menengah serta situasi bola mati, namun penyelesaian akhir belum membuahkan gol. Pertahanan Semen Padang tetap terorganisasi hingga peluit panjang.
Pelatih PSM, Tomas Trucha menyebut perubahan pendekatan bertahan sebagai perkembangan yang dicari timnya. “Kami lebih disiplin menjaga posisi dan transisi bertahan berjalan lebih rapi dibanding laga-laga sebelumnya,” ujarnya seusai pertandingan. Ia menambahkan bahwa evaluasi berikutnya akan difokuskan pada sektor penyerangan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fokus pembenahan PSM kini bergeser ke produktivitas gol. Menurut sang pelatih, dominasi permainan belum cukup jika tidak diikuti kemampuan mengonversi peluang menjadi angka di papan skor.
Dari pihak Semen Padang, satu poin di laga tandang dinilai penting untuk menjaga jarak dari papan bawah. Pelatih tim tamu mengatakan rencana bermain berjalan sesuai target. “Kami bertahan dengan disiplin dan menunggu kesempatan lewat transisi cepat,” katanya.
Hasil imbang ini membuat PSM masih tertahan di papan tengah klasemen Liga 1 musim ini. Laga berikutnya akan menjadi ukuran apakah perbaikan di lini belakang dapat diikuti peningkatan daya gedor, atau justru memperpanjang periode hasil yang belum stabil bagi tim asal Makassar tersebut.(frh/IN)