MAKASSAR, inspirasinusantara.id – PSM Makassar tengah berupaya keras keluar dari tren negatif setelah menelan lima kekalahan beruntun yang menempatkan tim di peringkat 12 klasemen sementara. Meski telah mengantongi 19 poin, manajemen dan staf pelatih kini fokus membenahi sektor pertahanan yang menjadi kunci stabilitas skuat di sisa musim.
Rapuhnya lini belakang, dengan catatan delapan gol bersarang dalam lima laga terakhir, merupakan bagian dari risiko transisi strategi. Pelatih Tomas Trucha sedang berupaya meningkatkan daya serang tim melalui gaya bermain ekspansif dan skema high pressing (garis pertahanan tinggi), meninggalkan pola pragmatis yang selama ini melekat pada Juku Eja.
Pengamat sepak bola, Toni Ho, melihat proses perubahan ini memerlukan sinkronisasi yang lebih mendalam antara visi pelatih dan kapasitas pemain. Ia menilai ada jeda adaptasi yang harus segera diatasi agar skema baru ini tidak menjadi bumerang bagi pertahanan tim.
“Ada jeda adaptasi yang belum terjembatani antara visi pelatih dan kapabilitas skuat. Skema garis pertahanan tinggi yang kini diusung sering kali menjadi celah mematikan bagi lawan yang mengandalkan kecepatan transisi,” ujar Toni Ho saat memberikan analisis teknis.
Toni menjelaskan bahwa para pemain PSM Makassar yang terbiasa dengan blok pertahanan rendah kini dituntut menutup area yang lebih luas. Perubahan ruang kerja ini memerlukan koordinasi ekstra agar tidak meninggalkan ruang kosong yang mudah dieksploitasi lawan melalui serangan balik cepat.
Selain itu, aspek konsentrasi dalam mengantisipasi bola mati menjadi catatan penting. Meski memiliki keunggulan postur pada sosok Yuran Fernandes dan Aloisio Neto, tim sering kehilangan fokus dalam pembagian tanggung jawab penjagaan zona (zonal marking), terutama pada menit-menit awal pertandingan.
Langkah evaluasi kini menjadi prioritas utama bagi internal PSM Makassar. Mematangkan kedisiplinan transisi dianggap sebagai solusi mutlak agar gaya bermain terbuka yang diinginkan pelatih tetap mampu menjaga keamanan gawang.
“Mempertahankan gaya bermain terbuka tanpa didukung kedisiplinan transisi hanya akan memperpanjang rekor buruk tim,” tegas Toni Ho. Evaluasi mendalam ini diharapkan mampu mengembalikan performa terbaik PSM Makassar sehingga tim dapat segera menjauh dari ancaman zona bawah klasemen.(rtn/IN)