MAKASSAR,inspirasinusantara.id — Sebanyak 2.644 desa dan kelurahan di Pulau Sulawesi tercatat pernah mengalami gempa bumi dalam periode Januari 2024 hingga Mei 2025. Data tersebut menunjukkan wilayah Sulawesi bagian utara menjadi kawasan paling rentan terhadap aktivitas seismik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sebaran desa terdampak gempa memperlihatkan perbedaan signifikan antarprovinsi. Sulawesi Tengah tercatat sebagai wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, yakni mencapai 807 desa/kelurahan.
Di posisi berikutnya, Gorontalo mencatat 732 desa/kelurahan terdampak, disusul Sulawesi Utara sebanyak 550 desa/kelurahan. Sementara itu, Sulawesi Tenggara mencatat 435 desa/kelurahan yang pernah mengalami gempa.
Berbeda dengan kawasan utara, wilayah selatan relatif mencatat angka yang lebih rendah. Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 80 desa/kelurahan terdampak, sedangkan Sulawesi Barat menjadi wilayah dengan jumlah paling sedikit, yakni 40 desa/kelurahan.
Perbedaan ini mengindikasikan bahwa kawasan Sulawesi bagian utara memiliki tingkat kerawanan gempa yang lebih tinggi dibandingkan wilayah selatan. Kondisi tersebut berkaitan dengan posisi geografis Sulawesi yang berada di pertemuan lempeng tektonik aktif, sehingga rentan terhadap aktivitas gempa.
Data ini menjadi penting dalam upaya mitigasi bencana, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan. Penguatan infrastruktur tahan gempa, edukasi kebencanaan, serta sistem peringatan dini menjadi langkah yang dinilai krusial.
Informasi yang dihimpun melalui program “Data Sulsel” ini diharapkan dapat memperkuat pendekatan mitigasi berbasis kewilayahan, mengingat ribuan desa di Sulawesi memiliki riwayat kejadian gempa dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir.(hsn/IN)