Sering Diteror Telepon Misterius? Ini Alasan Fitur Blokir di HP Tidak Mempan

JAKARTA, inspirasinusantara.id—Praktik perdagangan informasi pribadi oleh industri broker data kini memicu kegagalan sistem pemblokiran pada perangkat Android maupun iPhone. Fenomena panggilan dari nomor telepon tidak dikenal yang marak terjadi saat ini telah berkembang menjadi skema eksploitasi data yang terorganisir.

Gangguan komunikasi tersebut merupakan dampak nyata dari ekosistem perdagangan data yang melibatkan infrastruktur telemarketing ilegal. Broker data diketahui melacak nomor telepon pribadi melalui jejak digital pada platform dengan standar keamanan rendah, seperti direktori publik, platform belanja daring, hingga aplikasi pihak ketiga yang tidak terverifikasi.

Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi dynamic number oleh operator panggilan gelap menjadi faktor utama fitur blokir di ponsel tidak lagi efektif. Sistem tersebut mampu menghasilkan ribuan identitas telepon virtual dalam waktu singkat sehingga gangguan terus berulang meski nomor telepon lama telah diblokir.

“Situasi ini menunjukkan adanya kelemahan proteksi pada level aplikasi. Banyak pengembang aplikasi yang mengeksploitasi izin akses kontak untuk memetakan jaringan sosial pengguna tanpa transparansi yang jelas mengenai perpindahan data tersebut ke pihak ketiga,” ujar Pratama dalam keterangan yang diterima redaksi.

Pratama menambahkan bahwa kondisi tersebut sangat berisiko bagi privasi masyarakat luas. Menurutnya, satu nomor telepon yang bocor dapat menyeret seluruh daftar kontak di dalam ponsel ke dalam radar operasional broker data.

Senada dengan hal tersebut, pengamat keamanan digital menilai langkah proteksi konvensional kini sudah tidak memadai untuk membendung agresi data yang masif. Sebagai langkah antisipasi, pengguna seluler disarankan mulai menggunakan nomor telepon virtual khusus saat melakukan registrasi pada layanan publik atau aplikasi sekunder.

Langkah ini bertujuan untuk memisahkan identitas primer dari jangkauan sistem permanen data atau scraping yang bekerja secara otomatis di internet. Selain itu, masyarakat diminta melakukan audit berkala terhadap izin aplikasi pada perangkat ponsel untuk memutus akses database yang tidak perlu.

Persoalan ini menegaskan bahwa nomor telepon telah bertransformasi menjadi aset komoditas yang rentan dieksploitasi oleh industri gelap. Selama celah perdagangan database masih terbuka dan regulasi infrastruktur panggilan otomatis belum diperketat, ruang privasi pengguna seluler tetap berada dalam ancaman serius.(jmi/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top