5 Oleh-oleh Makassar Khas Nelayan yang Wajib Dibawa Pulang

Oleh-oleh Makassar
MENARIK. Lima jenis oleh-oleh khas Makassar yang dibuat nelayan. (foto:ist)

INSPIRASI NUSANTARA — Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, tidak hanya dikenal karena keindahan pantai dan kekayaan kulinernya, tetapi juga karena hasil laut yang diolah menjadi berbagai oleh-oleh khas. Produk-produk ini merupakan hasil kreativitas masyarakat pesisir dan nelayan lokal yang memanfaatkan potensi laut secara turun-temurun.

Oleh-oleh Makassar Khas Nelayan


Lima oleh-oleh berikut merupakan hasil olahan laut yang paling banyak diburu wisatawan dan menjadi ikon kuliner pesisir Kota Makassar. Tak hanya lezat, produk-produk ini juga sarat nilai budaya dan ekonomi masyarakat nelayan.

1. Ikan Asin Paotere

Ikan asin merupakan salah satu oleh-oleh favorit dari kawasan Pelabuhan Paotere, yang sejak lama menjadi pusat aktivitas nelayan di Kota Makassar. Di tempat ini, pengunjung bisa menemukan berbagai jenis ikan asin seperti ikan katombo, julung-julung, hingga kuwe. Ikan-ikan ini diawetkan secara tradisional dengan proses penjemuran di bawah matahari, tanpa bahan kimia tambahan.

Keunggulan ikan asin Paotere terletak pada kesegarannya karena langsung berasal dari tangkapan nelayan setempat. Pasar Paotere biasanya mulai ramai sejak pagi, dan menjadi tempat terbaik untuk mendapatkan ikan asin dengan harga yang kompetitif.

2. Abon Ikan Tuna dan Cakalang dari Mariso

Kecamatan Mariso merupakan salah satu wilayah pesisir di Makassar yang dikenal dengan produk olahan abon ikan. Abon ini terbuat dari ikan tuna dan cakalang segar yang diolah melalui proses pengukusan, penyuwiran, hingga penggorengan kering dengan bumbu khas. Produk abon ini sangat cocok untuk oleh-oleh karena tahan lama dan mudah dikemas.

BACA JUGA: Bikin Kangen! 6 Oleh-Oleh Khas Malino yang Kaya Rasa dan Cerita
Banyak pelaku usaha rumahan di Mariso memproduksi abon secara rutin dan memasarkannya ke toko oleh-oleh dan pasar tradisional di sekitar Pantai Losari dan Jalan Somba Opu, yang menjadi sentra belanja oleh-oleh di kota ini.

3. Kerupuk Ikan dan Rumput Laut dari Tamalate

Di pesisir Kecamatan Tamalate, terutama wilayah Barombong, masyarakat nelayan dan ibu rumah tangga berperan aktif dalam memproduksi kerupuk ikan dan rumput laut. Bahan dasar seperti ikan tenggiri, ikan belida, dan rumput laut jenis gracilaria diolah menjadi kerupuk renyah dengan rasa khas laut.

Produk ini tidak hanya digemari karena rasanya yang gurih dan renyah, tetapi juga karena kandungan gizinya yang tinggi. Kerupuk-kerupuk ini banyak dijual di pasar tradisional, toko oleh-oleh, hingga pusat oleh-oleh modern di Jalan Pengayoman dan Mall Panakkukang.

4. Jepa (Keripik Cumi Kering) dari Tallo

Keripik cumi kering atau yang dikenal sebagai jepa merupakan inovasi olahan laut yang berasal dari Kecamatan Tallo, salah satu wilayah dengan hasil tangkapan cumi yang melimpah. Cumi segar diolah menjadi irisan tipis, dikeringkan, lalu digoreng hingga menjadi keripik renyah beraroma khas laut.

Produk ini menjadi primadona baru dalam jajaran oleh-oleh khas Makassar karena rasanya yang gurih dengan sedikit rasa manis alami dari cumi. Jepa biasanya dikemas dalam bungkus plastik dan bisa ditemukan di pusat oleh-oleh di Jalan Somba Opu atau kios-kios kuliner di area Pelabuhan Soekarno-Hatta.

5. Terasi Udang dari Ujung Tanah

Kecamatan Ujung Tanah dikenal sebagai pusat produksi terasi tradisional yang bahan utamanya berasal dari udang rebon hasil tangkapan nelayan lokal. Terasi dari kawasan ini memiliki aroma dan rasa yang khas, dan menjadi bumbu wajib untuk membuat sambal terasi ala Makassar.

Proses fermentasi dilakukan secara alami dan tradisional oleh para pengrajin lokal. Terasi ini banyak dijual dalam bentuk batangan atau kemasan plastik di Pasar Sentral Makassar, Pasar Ujung Tanah, dan toko oleh-oleh di kawasan wisata kuliner Pantai Losari.

Mendukung Ekonomi Pesisir Melalui Oleh-Oleh

Kelima produk tersebut tidak hanya menjadi buah tangan yang memperkenalkan kekayaan laut Makassar, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga nelayan. Pengolahan hasil laut menjadi oleh-oleh khas merupakan bentuk adaptasi ekonomi masyarakat pesisir yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga meningkatkan nilai jual produk lokal.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan oleh-oleh khas berbasis hasil nelayan ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan komunitas usaha, mulai dari pelatihan pengemasan, digitalisasi pemasaran, hingga partisipasi dalam pameran nasional.

Dengan membeli oleh-oleh khas nelayan, wisatawan turut berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi maritim lokal dan menjaga keberlangsungan budaya pesisir. Oleh karena itu, tak lengkap rasanya pulang dari Makassar tanpa membawa pulang salah satu dari lima oleh-oleh khas ini. (*/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top