Kuliner Khas Enrekang : Wangi Seperti Mantra, Sehat Seperti Obat

Kuliner khas
WANGI. Kuliner khas ini merupakan olahan nasi ketan yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan bahan utama pulu mandoti, sejenis beras ketan merah lokal. (foto:ist)

Inspirasinusantara.id — Kuliner khas Sulawesi Selatan, pulu mandoti, bukan sekadar sajian tradisional, tetapi warisan rasa dan makna dari tanah Enrekang yang mengandung ‘jampi-jampi’ dalam setiap aromanya.

Di balik aroma yang menggoda, kuliner khas Sokko Pulu Mandoti bukan sekadar sajian biasa. Makanan ini merupakan olahan nasi ketan yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan bahan utama pulu mandoti, sejenis beras ketan merah lokal yang sarat akan cerita dan khasiat.

Sebagai kuliner khas Sulawesi Selatan, pulu mandoti bukan hanya mengedepankan cita rasa dan aroma, tetapi juga merepresentasikan identitas kultural dan kearifan lokal masyarakat Duri yang mempercayai bahwa makanan ini memiliki daya tarik yang mampu ‘menyihir’ selera siapapun yang menghirup aromanya.

Dilansir dari Wikipangan, dalam Bahasa Duri, istilah mandoti berasal dari kata mang (melakukan) dan doti (mantra atau jampi-jampi untuk mempengaruhi pikiran). Nama ini diyakini menggambarkan daya pikat kuliner khas pulu mandoti yang aromanya seolah-olah bisa “menyihir” siapa pun yang menghirupnya, membangkitkan rasa lapar hanya lewat aromanya.

Lebih dari Sekadar Lezat, Penuh Khasiat

Tak hanya menggoda indera penciuman, kuliner khas Sulsel pulu mandoti juga menyimpan manfaat kesehatan. Dilansir dari repository.unhas.ac.id , beras ketan merah lokal ini memiliki kandungan protein tinggi, yakni sekitar 8,89%, dengan fraksi utama berupa glutelin.

Baca juga : Nikmat Sulsel dalam Ransel: 5 Kuliner Khas yang Cocok Dibawa Liburan

Warna merahnya juga menandakan tingginya kandungan antioksidan, menjadikannya alternatif makanan yang cocok untuk penderita diabetes dan mereka yang ingin menjaga berat badan.

Tahan Lama dan Bernilai Ekonomi Tinggi

Kelebihan lain dari kuliner khas Sulsel pulu mandoti adalah daya tahannya yang luar biasa. Tidak mudah rusak dan tetap menjaga kandungan gizinya dalam waktu lama, menjadikan varietas ini cocok sebagai bagian dari program diversifikasi pangan nasional.

Dari sisi ekonomi, pulu mandoti termasuk salah satu beras lokal dengan harga tinggi di pasaran karena aromanya yang khas dan kualitasnya yang unggul. Tak heran jika padi ini menjadi salah satu komoditas andalan petani Enrekang, bahkan memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor.

Pulu mandoti bukan hanya soal tradisi dan rasa, tapi juga bagian dari kearifan lokal yang menggabungkan nilai budaya, kesehatan, dan potensi ekonomi. Di tengah gempuran pangan modern, kuliner khas ini menjadi pengingat bahwa pangan lokal bisa menjadi pilihan yang sehat, lezat, dan bernilai tinggi. (*/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top