inspirasinusantara.id — Workcation di Sulawesi Selatan kini makin nikmat, bukan hanya karena pesona alamnya, tapi juga berkat kelezatan camilan lokal yang jadi teman setia di sela tugas dan rapat daring.
Konsep workcation atau bekerja sambil berlibur semakin digandrungi generasi muda produktif, terutama mereka yang merindukan udara segar dan suasana alami. Sulawesi Selatan, dengan bentangan alam dari pegunungan hingga laut biru menjelma jadi magnet bagi para profesional digital.
Tak hanya pemandangan yang memikat, momen workcation kini diperkaya dengan kebiasaan unik: membawa camilan khas Sulsel sebagai teman bekerja. Aktivitas mengetik, menyusun strategi, hingga sesi zoom meeting terasa lebih akrab saat ditemani cita rasa manis, gurih, dan legit dari tanah sendiri.
Di antara camilan favorit yang sering dibawa dalam koper workcation antara lain:
1. Taripang – manis legit dari ketan goreng dan gula merah, cocok disantap sore hari.
2. Bannang-bannang – jajanan berbentuk benang kusut dari tepung beras dan gula, ringan tapi mengenyangkan.
3. Keripik dangke – gurih asin dari susu sapi khas Enrekang, jadi favorit saat brainstorming.
4. Kue otere (tali-tali) – camilan dari adonan tepung digoreng bentuk jalinan tali, renyah dan bersahabat di segala suasana.
5. Kopi Toraja – pasangan klasik untuk membuka pagi yang produktif.
Baca juga : 5 Kuliner Khas Sulsel Penyeimbang Tubuh Saat Musim Tak Pasti
Dari Camilan ke Peluang Ekonomi
Fenomena ini membuka peluang baru bagi UMKM lokal. Penginapan di kawasan wisata kini menyediakan snack corner khusus dengan produk-produk rumahan.
Beberapa pengelola wisata bahkan menawarkan workcation yang berisi camilan khas, kopi, dan notes dengan desain etnik khas Sulsel.
“Kami percaya workcation adalah pengalaman, bukan sekadar fasilitas. Camilan lokal memberi nilai tambah karena menghidupkan rasa rindu rumah sekaligus memperkenalkan warisan kuliner kepada pengunjung luar daerah,” ujar Syarifudddin, pengelola homestay di Toraja.
Bukan Sekadar Tren
Di balik layar laptop yang terbuka di tengah sawah, suara gemericik air di latar belakang, dan tawa kecil saat mencicipi bannang-bannang sambil mengejar deadline, tersimpan cerita tentang bagaimana budaya dan produktivitas bisa berjalan beriringan.
Camilan lokal bukan sekadar makanan. Ia menyimpan cerita, mencerminkan identitas, dan menghadirkan kehangatan. Itulah yang membuat pengalaman workcation di Sulawesi Selatan terasa begitu berkesan. (*/IN)