INSPIRASI NUSANTARA—Pemahaman konsep time value of money (TVM) sejak usia dini dinilai penting untuk membentuk kesiapan finansial generasi muda dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Konsep ini menekankan bahwa nilai uang saat ini tidak sama dengan nilai uang di masa depan karena adanya potensi pertumbuhan melalui bunga, investasi, maupun inflasi.
Kajian pendidikan keuangan menunjukkan, TVM menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan finansial jangka panjang. Peneliti keuangan yang mengkaji literasi finansial anak dan remaja menilai bahwa pengenalan konsep nilai waktu uang membantu generasi muda memahami konsekuensi dari setiap keputusan ekonomi yang mereka ambil.
“Uang yang dimiliki hari ini memiliki peluang untuk berkembang jika dikelola dengan baik. Sebaliknya, penundaan pengelolaan keuangan membuat kesempatan itu menyusut,” demikian dijelaskan peneliti pendidikan keuangan dalam kajiannya tentang literasi finansial anak. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemahaman TVM berkaitan langsung dengan kemampuan merencanakan masa depan secara lebih rasional.
Riset tersebut juga menunjukkan bahwa individu yang memahami nilai waktu uang sejak dini cenderung lebih mampu menimbang risiko dan manfaat antara konsumsi saat ini dan potensi pertumbuhan nilai uang di masa depan. Efek bunga berganda atau compound interest menjadi salah satu contoh konkret bagaimana uang yang dikelola lebih awal dapat berkembang lebih besar dibandingkan uang yang dikelola di kemudian hari.
Dalam konteks pendidikan formal, pengintegrasian TVM ke dalam kurikulum dinilai relevan sebagai bagian dari literasi finansial dasar. Peneliti menyebutkan bahwa pengajaran TVM tidak harus bersifat teknis, tetapi dapat dilakukan melalui pendekatan kontekstual, seperti simulasi menabung, perencanaan keuangan sederhana, hingga pengenalan dampak inflasi terhadap daya beli.
“Pemahaman tentang nilai waktu uang membantu anak dan remaja menyadari bahwa setiap keputusan keuangan memiliki implikasi jangka panjang,” tulis peneliti dalam kajiannya. Menurutnya, konsep ini penting tidak hanya bagi calon pekerja, tetapi juga bagi generasi yang kelak akan mengambil keputusan finansial besar, seperti membeli rumah, membangun usaha, atau menyiapkan dana pensiun.
Selain berdampak pada perencanaan jangka panjang, edukasi TVM sejak dini juga dikaitkan dengan pembentukan kebiasaan menabung dan berinvestasi. Anak-anak yang memahami bahwa nilai uang berubah seiring waktu dinilai lebih mampu menunda konsumsi dan memprioritaskan tujuan finansial di masa depan.
Peningkatan literasi finansial melalui pemahaman time value of money sejak dini dipandang sebagai langkah strategis untuk membentuk generasi yang lebih tangguh secara ekonomi. Tanpa pemahaman tersebut, generasi muda berisiko terjebak pada pola konsumsi jangka pendek, utang konsumtif, serta keputusan finansial yang kurang berkelanjutan.(eva/IN)