GOWA, inspirasinusantara.id—Malino Highlands di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, memasuki fase penting dalam pengembangan wisata dataran tinggi seiring meningkatnya arus kunjungan pelancong dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan tersebut membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar, tetapi juga memunculkan kebutuhan penataan lingkungan dan infrastruktur yang lebih terukur.
Berjarak sekitar 90 kilometer dari Makassar, kawasan ini berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut dengan lanskap kebun teh, hutan pinus, serta perbukitan khas pegunungan di Sulawesi Selatan. Awalnya dikenal sebagai area perkebunan, Malino Highlands berkembang menjadi destinasi wisata terpadu dengan berbagai aktivitas luar ruang.
Lonjakan jumlah wisatawan disebut sejalan dengan tren perjalanan berbasis alam yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah menilai perubahan pola kunjungan tersebut perlu diikuti dengan kebijakan tata kelola kawasan agar aktivitas wisata tetap memberi manfaat ekonomi tanpa menimbulkan tekanan berlebih terhadap lingkungan.
Pandangan serupa disampaikan pengunjung bernama Hendra Dionisius. Ia mengatakan, “Pemandangannya begitu luar biasa dengan hamparan kebun teh, kebun bunga, dll.” Pernyataan itu menggambarkan daya tarik visual kawasan yang menjadi magnet utama bagi pelancong dari berbagai daerah.
Dari sisi ekonomi lokal, peningkatan arus wisata berdampak pada pelaku usaha penginapan, pedagang kuliner, serta penyedia jasa transportasi di sekitar Malino Highlands. Mereka melaporkan tingkat hunian yang lebih tinggi pada akhir pekan dan musim liburan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, seiring makin ramainya kunjungan wisatawan.
Di sisi lain, pemerhati lingkungan mengingatkan bahwa intensitas aktivitas wisata membawa risiko terhadap vegetasi pegunungan dan area sensitif apabila tidak dibarengi pembatasan kapasitas kunjungan. Isu pengelolaan sampah, kepadatan akses jalan, serta perlindungan kawasan hijau mulai masuk dalam perhatian berbagai pemangku kepentingan.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah daerah menyatakan tengah menyiapkan penguatan infrastruktur dasar sekaligus penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan di Malino Highlands. Penataan zona kunjungan, peningkatan fasilitas pengelolaan limbah, serta edukasi lingkungan bagi wisatawan menjadi bagian dari langkah yang dipertimbangkan.
Dengan posisinya sebagai salah satu tujuan wisata pegunungan utama di Sulawesi Selatan, Malino Highlands kini berada pada persimpangan kebijakan pengembangan. Arah pengelolaan yang ditempuh dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah kawasan ini mampu terus bertumbuh secara ekonomi tanpa mengorbankan kualitas lingkungan yang menjadi fondasi utama daya tarik wisata bagi warga dan pengunjung.(frh/IN)