Awas! Ini 3 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan Ibu Hamil dan Menyusui

IN, MAKASSAR—Selama masa kehamilan maupun saat sedang menyusui, sebagai seorang wanita tentunya kita tetap ingin tampil percaya diri san glowing.

Sayangnya, perubahan fisik dan hormonal yang terjadi saat periode ini Ibu hamil cenderung menjadi lebih sensitif terhadap bahan kimia tertentu, utamanya produk skincare. Perubahan ini dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan, termasuk kulit.

Karena perubahan hormon, kulit bisa menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi atau reaksi alergi terhadap bahan kimia tertentu yang mungkin sebelumnya tidak menyebabkan masalah.

Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang lebih sensitif selama kehamilan dapat membuat ibu hamil lebih rentan terhadap bahan kimia yang berpotensi berbahaya.

Sebagian besar ahli kesehatan juga telah merekomendasikan untuk menghindari beberapa kandungan di atas dalam produk skincare selama kehamilan dan menyusui.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan American Academy of Dermatology (AAD), retinoid dan hidrokinon sebaiknya dihindari selama kehamilan.

Demikian pula, Food and Drug Administration (FDA) AS merekomendasikan penghindaran salisilat pada trimester terakhir kehamilan karena dapat meningkatkan risiko perdarahan pada ibu dan bayi.

Berikut adalah beberapa kandungan yang sebaiknya dihindari:

1. Retinoid: Terutama retinol, retinoic acid, dan tretinoin. Bahan ini dapat meningkatkan risiko kelainan pada janin dan dapat menyebabkan keguguran. Sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan.
2. Hidrokuinon: Bahan ini biasa digunakan untuk mengobati hiperpigmentasi, tetapi belum ada bukti yang cukup mengenai keamanannya saat hamil atau menyusui. Beberapa penelitian pada hewan telah menunjukkan efek samping potensial pada perkembangan janin.
3. Salisilat: Kandungan ini sering ditemukan dalam produk eksfoliasi dan pembersih wajah. Kandungan ini jika digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan komplikasi pada ibu hamil dan bayi. Hal ini juga berlaku untuk salisilat yang dikonsumsi secara oral, namun tetap disarankan untuk membatasi penggunaan pada kulit.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil dan menyusui untuk menghindari produk-produk berbahan seperti di atas. Sebaiknya ganti dengan bahan yang lebih alami dan lembut untuk menghindari iritasi pada kulit dan dampak lain yang lebih berbahaya.(fai/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top