Kenali Gejala Baby Blues dan Cara Menanganinya

Sumber Gambar: Google Beautynesia

IN, MAKASSAR—Baby blues adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan sedih, cemas, atau mudah tersentuh yang sering dialami oleh wanita setelah melahirkan.Gejala-gejalanya meliputi perubahan suasana hati, kelelahan, kecemasan, kesulitan tidur, dan perasaan terpencil.

Meskipun umumnya gejala-gejala ini bersifat sementara dan akan mereda dalam beberapa minggu, namun penting untuk memperhatikan dan mengobrol dengan tenaga medis jika gejala tersebut terus berlanjut atau memburuk.

Jika memburuk bisa menjadi lebih serius lagi. Misalnya pada Depresi pasca persalinan atau postpartum depression merupakan gangguan kesehatan mental yang memengaruhi ibu setelah melahirkan terapi lebih parah dari baby blues.

Gejalanya bisa termasuk perasaan sedih yang parah, kelelahan yang berlebihan, perubahan nafsu makan, perubahan tidur, kesulitan mengikat hubungan dengan bayi, perasaan putus asa, dan bahkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi.

Ini berbeda dengan baby blues karena gejala depresi pasca persalinan lebih parah, lebih berkelanjutan, dan dapat memengaruhi kemampuan ibu untuk merawat dirinya sendiri dan bayinya.

Salah satu kasus yang baru ini terjadi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan di mana seorang itu menenggelamkan bayinya ke dalam ember.

Dikonfirmasi oleh detiknews, menurut komisi perlindungan anak, kasus A menenggelamkan anaknya ke ember yang penuh air hingga sulit bernafas adalah karena baby blues dan depresi.

“A mengalami sindrom baby blues dan ada sedikit depresi pada saat awal diagnosa,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Umum Komnas PA, Lia Latifah, dikutip Rabu (18/10).

Perlu di ingat bahwa dalam gejalanya, Beberapa langkah dapat diambil untuk membantu mencegah atau mengurangi risiko baby blues, antara lain:

1. Dukungan sosial yang kuat dari keluarga dan teman-teman.
2. Berbicara secara terbuka dengan pasangan atau orang terdekat mengenai perasaan dan perubahan yang dialami.
3. Menjaga pola tidur dan istirahat yang sehat sebisa mungkin.
4. Melibatkan diri dalam aktivitas fisik yang ringan, seperti berjalan kaki, sesuai saran dari dokter.
5. Mengonsumsi makanan bergizi secara teratur dan menghindari kafein serta alkohol.
6. Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk mengikuti kelompok dukungan ibu atau kelas persiapan menjelang kelahiran untuk mempersiapkan diri secara emosional.

Meskipun tindakan ini tidak menjamin mencegah baby blues sepenuhnya, namun dapat membantu mengelola gejalanya.

Jika gejala semakin parah atau berlangsung lebih dari beberapa minggu, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.(fai/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top