IN, MAKASSAR – Tren makan tahu goreng panas-panas belakangan ini ramai di media sosial. Tren ini oleh netizen disebut “Hahu Hoheng” dan telah menarik minat banyak pengguna media sosial. Di Indonesia, tren melahap tahu langsung dari penggorengan dengan cocolan bubuk cabai ini belakangan viral setelah tiktoker asal China dengan akun @asmr_275 menularkan gaya makan tahu goreng dalam sebuah unggahan video yang telah ditonton lebih dari 3 juta kali.
Beberapa foodvloger dan selebgram seperti Farida Nurhan dan King Abdi, seorang peserta MasterChef Indonesia, juga turut mencicipi fenomena makanan terkini yaitu tahu panas. Dalam konten video mereka, terlihat bahwa pengalaman menyantap tahu panas ini langsung dari wajan ini memberikan sensasi yang baru dalam merasakan kepedasan dan kehangatan pada lidah mereka. Namun, meski terlihat menarik, mengonsumsi tahu dengan cara seperti ini sebenarnya memiliki risiko terhadap kesehatan.
Dede Nasrullah, seorang dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan tanggapan terkait tren ini. Dirinya mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan yang masih panas dapat menyebabkan inflamasi pada saluran pencernaan atas seperti rongga mulut dan kerongkongan. Kondisi yang demikian dapat berpotensi menjadi risiko yang serius bagi kesehatan.
Yuk Rasakan Sensasi Makan Ala Fine Dining di Hotel The Rinra Makassar
Mengonsumsi makanan ataupun minuman panas juga dapat luka pada tenggorokan. Hal ini kemudian akan berpengaruh pada proses pencernaan makanan, karena tenggorokan merupakan organ pencernaan yang harus dilalui makanan sebelum makanan sampai ke usus. Suhu makanan yang panas berpotensi membuat lambung iritasi serta meningkatkan produksi asam HCL. Selain itu, Dede juga menginformasikan bahwa mengonsimsi makanan dengan suhu panas akan menyebab terkikisnya email gigi.
“Lidah bisa melepuh dan mati rasa, lidah sebagai organ tubuh pertama yang merasakan panasnya makanan ataupun minuman sehingga menyebabkan lidah akan mati rasa dan pecah- pecah saat mengkonsumsi makanan panas,”pungkas Dede Nasrullah, pada Selasa, (19/12/2023)
Sejumlah warganet yang telah mencoba tren makan Hahu Hoheng ini mengaku mengalami efek yang kurang menyenangkan. Beberapa mengungkapkan keluhan bahwa lidah mereka mengalami sensasi terbakar dan beberapa bahkan mengalami batuk yang tak kunjung reda. Hal ini mengindikasikan bahwa mengonsumsi tahu dalam keadaan panas dengan tambahan bubuk cabai pedas dapat menimbulkan risiko yang tidak aman.
Ini 8 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Pneumonia
Bagi Anda yang penasaran dengan tren Hahu Hoheng ini, hal yang perlu Anda pertimbangkan adalah dampak negatif yang mungkin terjadi pada kesehatan. Mengonsusi makanan dalam suhu panas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada pencernaan dan potensial menyebabkan luka.