Kuliner Khas Sulsel Dirombak Gen Z, Tetap Lezat dan Berkarakter

Kuliner khas
LEZAT. Modifikasi dari kapurung kuliner khas Luwu berbahan dasar sagu dengan sentuhan kaldu ayam dan topping seafood. (foto:ist)

inspirasinusantara.id — Kuliner khas Sulawesi Selatan kini tak lagi sekadar warisan dapur nenek ia menjelma jadi panggung kreativitas anak muda yang lihai meramu tradisi dengan tren kekinian.

Di tangan generasi muda, kuliner khas Sulawesi Selatan bukan hanya bertahan tetapi juga berevolusi. Seiring dengan semangat eksplorasi dan kreativitas yang tak terbendung, resep-resep warisan dari dapur nenek kini tampil dengan wajah baru, tanpa kehilangan identitas rasa aslinya.

Salah satu contoh paling mencolok datang dari dapur Chef Devina, seorang kreator kuliner yang baru-baru ini mengunggah versi modifikasi dari kapurung kuliner khas Luwu berbahan dasar sagu dengan sentuhan kaldu ayam dan topping seafood.

“Kapurung itu unik karena punya tekstur kenyal dari sagu, tapi yang membuatnya istimewa adalah kuahnya yang segar dan kaya rasa. Saya ingin menyajikannya dengan cara yang lebih menarik tanpa menghilangkan kelezatan aslinya,” tulis Devina di akun Instagram-nya yang kini ramai dikunjungi pecinta kuliner lokal.

Dari Warung ke Warna-Warni Media Sosial

Fenomena ini bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang cara penyajian dan storytelling. Generasi Z di Sulawesi Selatan kini tak ragu membawa kuliner khas ke TikTok, Instagram, hingga YouTube.

Resep lama dari nenek kini dilengkapi dengan caption penuh nostalgia, gaya visual modern, dan angle yang menggugah rasa penasaran.

Baca juga : Kuliner Khas Sulsel: 5 Hidangan Aneh yang Banyak Diminati

“Tangan Chef Devina, kuliner khas ini hadir dengan tampilan yang lebih modern tanpa menghilangkan esensi aslinya. Ia memadukan teknik memasak khasnya untuk menciptakan Kapurung yang lebih kaya rasa, dengan penyajian yang lebih elegan namun tetap autentik.” Kata salah satu komentar dari akun tersebut

Masa Depan Kuliner Khas Sulsel: Di Tangan Digital dan Hati Lokal

Transformasi kuliner khas di tangan Gen Z menunjukkan bahwa warisan budaya bisa terus hidup bila diberi ruang dan relevansi baru. Resep-resep nenek tidak hanya kembali ke meja makan, tapi juga tampil memikat di layar-layar smartphone.

Dan dari sanalah, cita rasa Sulsel melintasi batas generasi dan ruang. Karena sejatinya, makanan bukan hanya soal rasa—tapi juga tentang cerita, jati diri, dan rasa cinta yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (*/IN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top