Banner Pajak

Kuliner Khas Sulsel: 5 Hidangan Aneh yang Banyak Diminati

Kuliner khas
UNIK. Sop ubi khas Makassar bukan sekadar sup biasa. Perpaduan ubi kayu rebus, bihun, sayur, dan kuah kaldu yang gurih ini jadi kejutan rasa bagi yang pertama kali mencicipi. (foto:ist)

Inspirasinusantara.id — Di balik piring-piring sederhana yang terhidang di meja makan masyarakat Sulsel, tersimpan filosofi, kreativitas, dan sejarah yang terus hidup. Tak hanya menggoda lidah, kuliner khas Sulsel juga mengajak siapa saja menyelami tradisi yang tetap hangat disajikan hingga hari ini.

Sulawesi Selatan tak hanya dikenal karena pesona alam dan budaya adatnya yang kental, tetapi juga karena kekayaan kuliner khas yang luar biasa. Makanan di wilayah ini tidak hanya menggugah selera, tapi juga menyimpan cerita dari dapur tradisional hingga ritual adat yang masih hidup hingga kini.

Di tengah tren kuliner modern, kuliner khas Sulsel tetap bertahan bahkan makin diminati. Ini terbukti dari banyaknya unggahan di media sosial yang memamerkan keunikan makanan tradisional daerah ini.

Salah satunya adalah video viral TikTok tentang sop ubi, makanan rumahan yang sederhana namun membingungkan bagi yang belum kenal: “Kenapa bisa sop di ubi-in?” tanya seorang suami yang baru pertama kali mencicipi, diunggah oleh @GabriellaRayana

Pertanyaan kocak itu justru membuka jalan bagi banyak orang untuk mengenal lebih jauh kelezatan kuliner khas dari timur Indonesia ini.

Menariknya, bukan hanya soal rasa, tapi juga cara pembuatannya yang unik dan penuh cerita. Berikut 5 kuliner khas Sulsel dengan proses pembuatan yang tidak biasa, tapi dijamin banyak peminatnya!

1. Sop Ubi Makassar: “Kenapa Bisa Sop di Ubi-in?”

Sop ubi kuliner khas Makassar bukan sekadar sup biasa. Perpaduan ubi kayu rebus, bihun, sayur, dan kuah kaldu yang gurih ini jadi kejutan rasa bagi yang pertama kali mencicipi.

Cara penyajiannya yang sederhana, tapi sarat nostalgia, membuat hidangan ini istimewa.

2. Sokko Pipi’: Cantik, Unik, dan Penuh Makna

Terbuat dari ketan putih yang dimasak dan dicetak dalam cetakan kayu berbentuk U, sokko pipi’ tak hanya memikat lidah, tapi juga mata. Bentuknya menyerupai perahu atau dingklik (bangku tradisional kayu), memberikan kesan artistik tersendiri.

Biasanya disajikan dalam hajatan atau upacara adat, sokko pipi’ menjadi simbol keluhuran dan kerapatan nilai keluarga Bugis-Makassar.

Baca juga : Kuliner Sakral Sulsel yang Pantang Dimasak Saat Haid

3. Pallu Basa: Aroma Rempah dan Keberanian Rasa

Kaldu kental, daging sapi, dan jeroan menjadi kombinasi utama dalam pallu basa. Yang membuatnya unik adalah penggunaan kelapa sangrai yang dimasukkan ke dalam kuah, menciptakan rasa gurih dan aroma khas.

Disajikan dengan nasi atau ketupat, makanan ini dimasak dalam waktu lama hingga kuahnya meresap sempurna—cerminan dari filosofi hidup masyarakat Sulsel: sabar dan penuh pengorbanan.

4. Pisang Peppe’: Digeprek Dulu, Baru Dicocol

Pisang geprek atau pisang peppe’ adalah contoh bahwa kreativitas masyarakat Sulsel tidak pernah habis. Pisang setengah matang dipipihkan menggunakan cobek, lalu digoreng dan disajikan dengan sambal khas.

Paduan manis, pedas, dan tekstur renyah membuatnya jadi camilan yang tak bisa berhenti dikunyah. Unik karena teknik “geprek” ini memberi rasa dan sensasi tersendiri.

5. Papiong: Tradisi Rasa dalam Bambu

Papiong adalah masakan khas Toraja yang dimasak dalam bambu. Daging—bisa ayam, babi, atau ikan dicampur dengan bumbu rempah khas dan daun-daunan lokal, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu dan dibakar.

Prosesnya unik dan sarat tradisi. Aroma asap bambu berpadu dengan bumbu alami menciptakan rasa yang sangat dalam, autentik, dan membekas di lidah.

Kuliner khas Sulawesi Selatan membuktikan bahwa rasa bukan sekadar soal bahan, tapi juga soal cerita dan cara. Dari cetakan kayu hingga bambu, dari pisang yang dipipihkan hingga ubi yang jadi sop—setiap sajian adalah karya budaya yang hidup.

Bagi pecinta kuliner sejati, mencoba makanan ini bukan cuma soal kenyang, tapi juga pengalaman rasa yang penuh makna. (*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *