INSPIRASINUSANTARA-Konsumsi kurma meningkat menjelang dan selama Ramadan Di tengah tingginya permintaan tersebut, pakar keamanan pangan mengingatkan masyarakat untuk mencuci kurma sebelum dikonsumsi guna menjaga kebersihan makanan.
Kurma merupakan buah yang banyak dikonsumsi saat berbuka puasa. Buah yang umumnya dipanen di negara-negara Timur Tengah ini kemudian didistribusikan ke berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui proses perdagangan yang melibatkan beberapa tahapan penanganan.
Dalam proses distribusi tersebut, kurma biasanya melalui tahapan panen, penyortiran, pengemasan, hingga pengiriman lintas wilayah sebelum sampai ke tangan konsumen. Rantai distribusi yang cukup panjang ini membuat kurma berpotensi terpapar debu atau kotoran selama proses penanganan produk.
Mengutip Saudi Gazette, Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menyarankan agar kurma dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Lembaga tersebut menilai langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan buah yang banyak dikonsumsi masyarakat, terutama saat Ramadan.
“Kurma sebaiknya dibilas dengan air mengalir sebelum dikonsumsi agar kotoran atau debu yang mungkin menempel di permukaan buah dapat dibersihkan,” demikian anjuran yang disampaikan otoritas tersebut.
Pakar keamanan pangan menjelaskan, proses mencuci kurma tidak memerlukan perlakuan khusus. Kurma cukup dibilas dengan air bersih selama beberapa detik sebelum dimakan agar permukaannya lebih higienis.
Di sisi lain, sebagian kurma yang dijual dalam kemasan tertutup umumnya telah melalui proses pengemasan yang relatif higienis. Meski demikian, membilas kurma tetap dapat dilakukan sebagai langkah tambahan untuk memastikan kebersihan sebelum dikonsumsi.
Selain dikenal sebagai makanan yang identik dengan Ramadan, kurma juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Kurma mengandung karbohidrat alami, serat, serta mineral seperti kalium dan magnesium yang bermanfaat bagi tubuh.(jmi/IN)













