Banner Pajak

Maros Bawa Budaya ke Layanan Masyarakat

MAROS,inspirasimediatamanusantara.id-  Pelestarian budaya daerah tidak selalu hadir melalui festival atau pertunjukan seni. Di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, upaya menjaga identitas lokal juga mulai terlihat dalam ruang pelayanan publik.

Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan”, Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Bantimurung menggelar rapat koordinasi pada Selasa (7/7/2026) dengan seluruh pegawai mengenakan pakaian adat Bugis-Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Rapat yang berlangsung di Aula KUA Pusaka Bantimurung itu dipimpin Kepala KUA Pusaka Bantimurung, H. Mustafa, dan diikuti penghulu, penyuluh agama Islam, serta staf. Selain mengevaluasi kinerja, pertemuan membahas pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama, mulai dari pelayanan nikah, bimbingan perkawinan (Bimwin), Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN), pembinaan keluarga sakinah, penguatan moderasi beragama, hingga program ekoteologi GEMAH ASRI (Gerakan Jum’at Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Dalam arahannya, H. Mustafa menekankan bahwa tema Hari Jadi Maros tidak cukup diwujudkan melalui simbol budaya semata, tetapi juga harus tercermin dalam peningkatan kualitas layanan publik. Ia meminta seluruh jajaran memperkuat kerja sama, disiplin, dan koordinasi agar pelayanan kepada masyarakat berlangsung profesional, cepat, ramah, dan berintegritas.

“Budaya adalah identitas yang harus kita jaga, sementara kemajuan adalah tujuan yang harus kita capai bersama. KUA Pusaka Bantimurung berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi kebanggaan Kabupaten Maros,” ujar H. Mustafa.

Penggunaan busana adat Bugis-Makassar dalam kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan modernisasi birokrasi. Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana institusi pelayanan publik dapat mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam aktivitas pemerintahan tanpa mengurangi fokus pada peningkatan kualitas layanan.

Tema “Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan” sendiri menjadi arah peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros tahun ini. Pemerintah Kabupaten Maros menekankan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya dan warisan sejarah sebagai bagian dari jati diri daerah.

Dalam konteks tersebut, inisiatif KUA Pusaka Bantimurung menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kebudayaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik pelayanan publik sehari-hari.(*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *