MAKASSAR,inspirasinusantara.id — Di tengah tantangan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi perkotaan dan kebutuhan memperkuat daya tarik kota di luar sektor perdagangan dan jasa konvensional, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pengembangan sport tourism sebagai bagian dari strategi pembangunan kota. Salah satu instrumen yang digunakan adalah penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang digelar di kawasan Anjungan Pantai Losari, Minggu (30/5).
Ribuan pelari dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan dan sejumlah daerah di Indonesia memadati titik start sejak pagi hari. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Pantai Losari dan diikuti peserta dari berbagai kategori lomba lari.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melepas peserta MHM 2026 sekitar pukul 05.30 WITA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan yang tertib dan aman bagi seluruh peserta.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Makassar Half Marathon 2026 resmi saya lepas,” kata Munafri Arifuddin sebelum pelepasan peserta.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi aturan yang telah disiapkan panitia. “Semoga kegiatan ini berjalan tertib, aman, lancar, dan seluruh peserta dapat mengikuti rambu-rambu serta aturan yang telah disiapkan panitia,” ujarnya.
Selain Munafri Arifuddin, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Makassar turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Sepanjang pelaksanaan lomba, ribuan peserta menyusuri sejumlah ruas jalan utama Kota Makassar. Aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan relawan disiagakan di sepanjang lintasan untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Pemerintah Kota Makassar memandang penyelenggaraan event olahraga berskala besar tidak hanya sebagai agenda kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi sport tourism di kawasan timur Indonesia. Kehadiran peserta dari luar daerah turut mendorong aktivitas sektor pendukung seperti perhotelan, kuliner, transportasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam konteks kebijakan pembangunan kota, Munafri Arifuddin menempatkan event olahraga sebagai salah satu medium untuk meningkatkan kunjungan ke Makassar sekaligus memperluas dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat pemanfaatan ruang publik dan agenda kota sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal.
Ke depan, konsistensi penyelenggaraan agenda olahraga berskala nasional akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat citra Makassar sebagai kota tujuan wisata olahraga. Namun, tantangan seperti kualitas infrastruktur pendukung, manajemen lalu lintas, keselamatan peserta, serta keterlibatan pelaku ekonomi lokal akan tetap menjadi aspek yang perlu diperkuat agar manfaat kegiatan serupa dapat berkelanjutan bagi pembangunan Kota Makassar.(*/IN)













