Inspirasinusantara.id – Sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian warga Gowa, Sulawesi Selatan, usai diketahui berasal dari peternak lokal. Kehormatan ini menjadi momen bersejarah bagi Syarifuddin Daeng Tiro, yang untuk pertama kalinya hasil ternaknya dipercaya sebagai hewan kurban presiden.
Satu ekor sapi jenis Simmental milik Presiden Prabowo Subianto tengah menjadi pusat perhatian di Kabupaten Gowa. Bukan hanya karena ukurannya yang mengesankan dan kualitasnya yang tinggi, tetapi juga karena sapi ini dirawat langsung oleh peternak lokal, Syarifuddin Daeng Tiro, yang kini merasa bangga karena untuk pertama kalinya hasil ternaknya dipilih sebagai hewan kurban presiden.
“Ini pertama kali saya mendapat pesanan sapi langsung dari Presiden Prabowo. Saya sangat gembira. Alhamdulillah bisa terpilih,” ucap Daeng Tiro penuh semangat, dikutip dari CNN
Baca juga : Pasar Tradisional Makassar: Lebih dari Sekadar Tempat Belanja
Daeng Tiro mengaku telah merawat sapi tersebut selama tiga tahun dengan perlakuan khusus, termasuk pemberian pakan rumput gajah tiga kali sehari dan vitamin dari dinas peternakan. Selain itu, proses vaksinasi yang biasanya dilakukan sebulan sekali kini ditingkatkan menjadi dua kali untuk menjaga stamina hewan menjelang Iduladha.
“Kemarin masih diberikan vaksinasi sebulan sekali, karena mendekati Iduladha, vaksinasinya menjadi dua kali dalam sebulan,” jelasnya.
Langkah pengamanan terhadap sapi ini pun tergolong luar biasa. Selama 24 jam penuh, sebanyak 20 orang dikerahkan untuk menjaga hewan kurban tersebut. “Kita betul-betul jaga dengan ekstra betul, untuk sementara ada sekitar 20 orang pekerja untuk mengurusi sapi presiden ini,” ujarnya.
Dilansir dari CNN, Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Nurlina Saking, proses distribusi sapi kurban presiden ke wilayah Sulawesi Selatan saat ini masih dalam tahap pengaturan.
Sapi jenis Simmental sendiri dikenal sebagai salah satu ras dengan pertumbuhan tercepat dan kualitas daging terbaik. Karakteristiknya yang khas, yakni tubuh besar berwarna merah atau kuning kecokelatan dengan bercak putih, menjadikannya favorit dalam dunia peternakan global.
Namun di balik kemegahan sapi kurban presiden ini, tersimpan ironi. Berdasarkan data BPS Sulsel 2021, provinsi ini memiliki populasi ternak sapi mencapai 1,45 juta ekor. Meski begitu, Sulsel masih belum mampu memenuhi kebutuhan daging sendiri dan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah serta impor.
Pengangkatan peternak lokal seperti Daeng Tiro untuk memasok hewan kurban presiden memberikan harapan baru agar sektor peternakan Sulsel mendapat perhatian lebih, tak hanya dari sisi kuantitas, tapi juga kualitas dan daya saing. (*/IN)