cuaca  

Cuaca Sulsel berubah, Hujan dan Panas Bergantian

BMKG.Wilayah IV Makassar memprediksi sebagian wilayah mengalami hujan disertai kilat dan angin kencang, sementara daerah lain tetap dilanda panas terik akibat fase peralihan musim.(foto:ist)

MAKASSAR,inspirasinusantara.id- Cuaca di Sulawesi Selatan pada 7 hingga 9 Mei 2026 diperkirakan mengalami pola yang tidak merata, dengan kondisi cuaca di sebagian wilayah hujan dan cuaca di sebagian wilayah panas. Perubahan ini terjadi dalam fase peralihan musim yang membuat dinamika atmosfer cenderung aktif dan cepat berubah.

Peringatan dini yang dirilis BMKG Wilayah IV Makassar, menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, disertai kilat, petir, dan angin kencang. Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan, “Waspadai potensi peningkatan intensitas curah hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.”

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrul Adil, menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang memicu hujan ringan disertai angin kencang.

“Fenomena cuaca yang saat ini terjadi, berupa hujan ringan, dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Rossby, yaitu gelombang atmosfer berskala besar yang terbentuk secara alami akibat rotasi Bumi,” ujarnya.

Pada Kamis, 7 Mei 2026, hujan dengan kategori waspada diperkirakan terjadi di wilayah Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Wajo, Sinjai, dan Bulukumba. Sementara di waktu yang sama, kondisi cuaca panas masih dirasakan di beberapa wilayah lain akibat pemanasan permukaan yang tetap tinggi.

Di Makassar, cuaca pada 7 Mei 2026 didominasi panas terik sejak pagi hingga siang, dengan hujan ringan yang hanya muncul sesaat pada dini hari. Meski peluang hujan relatif rendah, kelembapan udara yang tinggi membuat suhu terasa lebih menyengat, menandai pergeseran dari musim hujan ke fase panas lembap yang berpotensi mengganggu aktivitas harian.

Memasuki Jumat, 8 Mei 2026, cakupan hujan meluas ke Bone, Gowa, Maros, Palopo, hingga Toraja Utara. Pada hari ini, Luwu Utara meningkat ke status siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan tekanan cuaca yang cukup signifikan antarwilayah.

Pada Sabtu, 9 Mei 2026, sebagian besar wilayah masih berada pada kategori waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Meski tidak ada wilayah dengan status siaga maupun awas, kondisi cuaca di sebagian wilayah panas tetap terjadi, menandakan atmosfer belum stabil sepenuhnya.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di sebagian wilayah hujan dan cuaca di sebagian wilayah panas merupakan karakteristik umum pada masa peralihan musim. Perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi tutupan awan dan intensitas penyinaran matahari di masing-masing wilayah.

Situasi ini berpotensi memengaruhi mobilitas, distribusi logistik, serta aktivitas produksi berbasis cuaca. Selain itu, wilayah dengan curah hujan tinggi menghadapi peningkatan risiko banjir dan tanah longsor, sementara wilayah dengan cuaca panas tetap berpotensi mengalami peningkatan suhu yang signifikan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan cuaca yang tidak merata menjadi faktor penting dalam perencanaan aktivitas harian dan pengelolaan risiko, terutama di wilayah yang mengalami hujan intens dalam waktu berdekatan.(jmi/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *