UCM Wisuda, Jumlah Alumni Tembus 3.159

Universitas Cokroaminoto Makassar mewisuda lulusan dari lima fakultas dan 10 program studi. Di bawah kepemimpinan Rektor Lukman Daris, kampus ini juga mencatat kenaikan mahasiswa baru sekitar 47 persen pada tahun akademik 2026/2027 serta memastikan seluruh program studinya telah terakreditasi.

UCM
DEDIKASI. Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) menggelar Wisuda Sarjana dan Ahli Madya ke-22 di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, Kamis (15/10/2026).

INSPIRASINUSANTARA.ID — Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) menggelar Wisuda Sarjana dan Ahli Madya ke-22 di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, Kamis (15/10/2026). Setelah wisuda tersebut, jumlah alumni UCM tercatat mencapai 3.159 orang.

Rektor UCM, Dr. Lukman Daris, mengatakan para lulusan berasal dari lima fakultas dengan total 10 program studi. Berdasarkan data akademik kampus, indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi mencapai 4,00, sedangkan IPK terendah sebesar 2,92. Rata-rata IPK lulusan tercatat 3,71.

Untuk program sarjana, masa studi tercepat mencapai tiga tahun sembilan bulan, dengan rata-rata masa studi empat tahun satu bulan.

Lukman menyebut alumni UCM telah bekerja di berbagai bidang, mulai dari dosen, pegawai negeri sipil, birokrat, TNI, Polri, tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, pemerintahan desa, hingga wirausaha.

Sebaran alumni tersebut menjadi bagian dari perjalanan UCM dalam menyiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Mahasiswa Baru UCM Naik 47 Persen

Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan sivitas akademika yang mendukung kepemimpinannya selama dua tahun sembilan bulan terakhir.

Ia menyebut peningkatan jumlah mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027 menjadi salah satu capaian kampus. Berdasarkan data yang disampaikan dalam wisuda, jumlah mahasiswa baru meningkat sekitar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, seluruh program studi UCM telah terakreditasi.

Lukman menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja rektor seorang diri, melainkan buah kolaborasi seluruh unsur kampus.

“Keberhasilan ini bukan hasil kerja rektor semata, melainkan hasil kerja tim. Capaian ini terwujud berkat kolaborasi dan dukungan seluruh pihak di lingkungan UCM,” katanya.

Meski demikian, peningkatan jumlah mahasiswa baru merupakan salah satu indikator perkembangan perguruan tinggi. Kualitas pendidikan juga berkaitan dengan proses pembelajaran, kompetensi lulusan, produktivitas penelitian, serta kemampuan kampus menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, akreditasi program studi dan penguatan kegiatan akademik menjadi bagian penting dari upaya menjaga mutu pendidikan.

Dari Alumni Menjadi Rektor

Lukman juga membagikan perjalanan pribadinya sebagai bagian dari keluarga besar UCM. Ia merupakan alumni yang diwisuda pada 26 Januari 2000.

Dua puluh enam tahun setelah menyelesaikan pendidikan, ia kembali berdiri di hadapan para wisudawan dalam kapasitasnya sebagai rektor.

Lukman menyebut posisi tersebut sebagai amanah dan anugerah yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Ia berharap para lulusan memiliki semangat untuk terus berkembang, berkontribusi bagi masyarakat, dan meraih posisi kepemimpinan pada masa mendatang.

Pesan tersebut menempatkan kelulusan bukan sebagai akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Para lulusan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama kuliah dalam pekerjaan maupun kehidupan bermasyarakat.

Ketua Senat UCM, Dr. Andi Suryani Syamsuddin, juga berpesan agar para wisudawan menjaga integritas, terus mengembangkan diri, dan mampu bersaing di dunia kerja.

Ia berharap para lulusan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam berkarya serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sari Sulsel yang menaungi UCM, Dr. Rahmat Hasanuddin, mengingatkan lulusan agar menjunjung tinggi kejujuran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya.

Rahmat juga mengapresiasi perkembangan kampus dan kolaborasi sivitas akademika dalam menyelenggarakan kegiatan akademik.

LLDIKTI IX Soroti Produktivitas Dosen

Perkembangan UCM turut mendapat perhatian dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX. Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Syahruddin, mengapresiasi kepemimpinan Lukman Daris dan menilai UCM menunjukkan tren perkembangan positif.

Salah satu indikator yang disorot adalah peningkatan produktivitas dosen dalam memperoleh hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari tahun ke tahun.

Menurut Syahruddin, capaian tersebut menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas perguruan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa atau lulusan. Kontribusi nyata kampus bagi masyarakat, bangsa, dan negara juga menjadi bagian penting dalam menilai peran pendidikan tinggi.

Dengan demikian, pertumbuhan jumlah mahasiswa perlu berjalan bersama penguatan mutu akademik dan kegiatan yang memberi manfaat di luar lingkungan kampus.

Bagi perguruan tinggi, tantangannya adalah memastikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Lima Wisudawan Terbaik Mendapat Penghargaan

Dalam wisuda ke-22, UCM memberikan penghargaan kepada satu lulusan terbaik dari masing-masing fakultas.

Kelima lulusan tersebut adalah Selfi Andriana, S.P. dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian; Fitria Nurar Ningsih, S.Kes. dari Fakultas Ilmu Kesehatan; Pipi Ayu Asriani, S.Pi. dari Fakultas Perikanan; Hiqmah Divani Putri, S.I.Kom. dari Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi dan Humaniora; serta Sulfitriani, S.Pd. dari Fakultas Agama Islam.

Dari lima lulusan tersebut, Hiqmah Divani Putri terpilih sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas. Sementara itu, penghargaan wisudawan terbaik nonakademik diberikan kepada Zulfadli, S.Pi., dari Fakultas Perikanan.

UCM juga memberikan penghargaan kepada dua dosen. Dini Anggraeni, S.I.Kom., M.I.Kom. terpilih sebagai dosen terfavorit berdasarkan pilihan wisudawan, sedangkan Leli, S.ST., M.Kes. menerima penghargaan sebagai dosen dengan kinerja terbaik.

Ketua Panitia Wisuda, Andi Niartiningsih, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap prestasi mahasiswa dan kontribusi dosen dalam lingkungan akademik.

Orasi Ilmiah Menghubungkan Sejarah dan Generasi Baru

Wisuda tahun ini juga menghadirkan orasi ilmiah dari Dr. Yundini Husni Djamaluddin, M.Si.

Ia dikenal melalui kiprahnya di bidang pendidikan kepolisian, kerja sama internasional, serta pengembangan hubungan bisnis dan persahabatan antarnegara.

Kehadirannya memiliki makna tersendiri bagi UCM karena ia merupakan putri Husni Djamaluddin, penyair asal Mandar yang dikenal sebagai salah satu tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat sekaligus salah satu pendiri UCM.

Kehadiran Yundini dalam wisuda tersebut menjadi penghubung antara sejarah pendirian kampus dan generasi lulusan baru yang akan melanjutkan perjalanan akademik maupun profesional mereka.

Bagi UCM, momentum wisuda bukan hanya penanda kelulusan mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan institusi, menghargai kontribusi sivitas akademika, dan menegaskan kembali peran pendidikan tinggi dalam masyarakat.

Dengan jumlah alumni yang mencapai 3.159 orang, peningkatan mahasiswa baru sekitar 47 persen, dan seluruh program studi yang telah terakreditasi menurut keterangan rektor, UCM memiliki sejumlah indikator perkembangan yang dapat terus dievaluasi.

Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas pendidikan, memperkuat produktivitas dosen, serta memastikan lulusan mampu menerapkan kompetensinya dalam dunia kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*/IN)

Banner Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *