INSPIRASINUSANTARA.ID — Jalan Burung-Burung–Bili-Bili sepanjang 6,95 kilometer di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, kini telah rampung dibangun dan dapat dilalui masyarakat dengan kondisi yang lebih baik. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman meresmikan ruas tersebut pada Rabu (21/10/2026), sebagai bagian dari program pembangunan infrastruktur jalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Peresmian ini menandai selesainya pembangunan salah satu jalur strategis yang menghubungkan mobilitas masyarakat dari wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa menuju Kota Makassar.
Selain memperlancar perjalanan, peningkatan jalan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan strategis dan destinasi pariwisata.
Pembangunan ruas Burung-Burung–Bili-Bili menjadi bagian dari Paket 1 program Multi Years Project(MYP) Infrastruktur Jalan Pemprov Sulsel.
Jalan Burung-Burung–Bili-Bili Permudah Mobilitas Gowa–Makassar
Ruas Burung-Burung–Bili-Bili merupakan salah satu jalur yang memiliki volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi.
Jalan tersebut dilalui masyarakat dari wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa serta pengguna jalan yang melakukan perjalanan menuju Kota Makassar.
Dengan rampungnya pembangunan, kondisi jalan kini lebih baik untuk menunjang aktivitas perjalanan masyarakat.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, penyelesaian ruas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi meningkatkan kualitas infrastruktur penghubung antarwilayah.
“Alhamdulillah setelah sekian lama ruas jalan ini akhirnya kita resmikan secara bersama, sudah mulus dilalui kendaraan dengan skema multi years dari pemerintah provinsi,” ujarnya.
Perbaikan ruas ini juga diharapkan mendukung akses menuju kawasan strategis dan destinasi pariwisata yang terhubung melalui jalur tersebut.
Apa yang Berubah bagi Pengguna Jalan?
Pembangunan Jalan Burung-Burung–Bili-Bili tidak hanya berfokus pada perbaikan permukaan jalan bagi kendaraan bermotor.
Pemprov Sulsel juga melakukan penataan bahu jalan dan pemasangan marka untuk mendukung penggunaan jalan yang lebih tertata.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah pengecatan bahu jalan berwarna hijau yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Dengan fasilitas tersebut, pengguna jalan diharapkan memiliki ruang yang lebih memadai untuk melakukan aktivitas berjalan kaki maupun bersepeda.
Andi Sudirman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
“Pembangunan jalan ini bukan hanya untuk memperlancar kendaraan, tetapi juga bagaimana memberikan ruang yang memadai bagi masyarakat untuk berjalan kaki dan bersepeda. Ini sejalan dengan semangat program Jalan Sehat Anti Mager yang mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat,” jelasnya.
Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas masyarakat yang mendukung pola hidup sehat.
Konstruksi Beton K-400 untuk Ketahanan Jalan
Dari sisi teknis, pembangunan ruas Burung-Burung–Bili-Bili menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter.
Material yang digunakan memiliki spesifikasi mutu beton K-400.
Penggunaan beton dengan spesifikasi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan daya tahan jalan dalam melayani aktivitas lalu lintas masyarakat.
Spesifikasi konstruksi menjadi perhatian karena ruas Burung-Burung–Bili-Bili merupakan jalur strategis dengan volume kendaraan harian yang tinggi.
Selain pekerjaan konstruksi utama, pembangunan juga mencakup pemasangan marka dan penataan bahu jalan.
Dengan demikian, peningkatan infrastruktur tidak hanya dilakukan pada struktur jalan, tetapi juga pada fasilitas pendukungnya.
Masuk Paket Infrastruktur Jalan Rp430 Miliar
Pembangunan ruas Burung-Burung–Bili-Bili merupakan bagian dari Paket 1 program Multi Years ProjectInfrastruktur Jalan Pemprov Sulsel senilai Rp430 miliar.
Paket tersebut mencakup penanganan 13 ruas jalan yang tersebar di empat wilayah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba.
Dengan skema pembangunan tahun jamak, pekerjaan infrastruktur dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
Gubernur Andi Sudirman menjelaskan bahwa pendekatan tersebut memungkinkan pelaksanaan pembangunan menjadi lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.
Namun, nilai Rp430 miliar merupakan anggaran untuk keseluruhan Paket 1 yang mencakup 13 ruas jalan, bukan anggaran khusus pembangunan Jalan Burung-Burung–Bili-Bili.
Pemprov Sulsel Tekankan Pengawasan Pembangunan Jalan
Dalam peresmian tersebut, Gubernur Andi Sudirman turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Sulsel dan pihak terkait yang terlibat dalam pengawasan pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan perencanaan dan standar yang telah ditetapkan.
“Kami juga mengapresiasi seluruh jajaran anggota DPRD, serta pihak terkait yang rutin turun langsung ke lapangan untuk memberikan masukan. check and balance untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan,” sambung Andi Sudirman.
Peresmian ruas jalan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, jajaran anggota DPRD Sulsel, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel, jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa, serta masyarakat setempat.
Dengan selesainya pembangunan sepanjang 6,95 kilometer ini, masyarakat kini dapat memanfaatkan ruas Burung-Burung–Bili-Bili sebagai jalur penghubung dengan kondisi infrastruktur yang telah ditingkatkan.
Selain mendukung mobilitas kendaraan, penataan jalan tersebut juga diharapkan memberikan ruang bagi aktivitas berjalan kaki dan bersepeda. (*/IN)














