INSPIRASINUSANTARA.ID — Kawasan Bukit Baruga menjadi lokasi kegiatan Poundfit dan Podcast Keliling pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Driving Range Golf tersebut memadukan olahraga bersama dan diskusi mengenai gaya hidup sehat serta keberlanjutan lingkungan.
Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Indonesian Podcast Festival. Sebanyak 40 peserta mengikuti sesi Poundfit yang dipandu instruktur Pro Cece sebelum kegiatan dilanjutkan dengan Podcast Keliling bersama Andi Mattuju.
Melalui kegiatan tersebut, Bukit Baruga memperkenalkan pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai tempat berolahraga dan berkumpul. Diskusi yang menyertainya juga membahas bagaimana lingkungan hunian dapat memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ruang Terbuka Hijau dan Kebiasaan Berolahraga
Sesi Poundfit menjadi pembuka kegiatan pada pagi hari. Olahraga yang memadukan gerakan tubuh dengan irama musik tersebut berlangsung di lingkungan terbuka kawasan Bukit Baruga.
Founder Cece Studio sekaligus instruktur Poundfit, Pro Cece, mengatakan lingkungan yang nyaman dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan berolahraga.
Menurutnya, ketersediaan ruang yang mendukung aktivitas fisik juga memberi kesempatan bagi komunitas untuk bertemu dan melakukan kegiatan bersama.
“Berolahraga akan terasa lebih menyenangkan ketika dilakukan di lingkungan yang nyaman dan asri. Bukit Baruga memiliki suasana hijau yang mendukung kegiatan seperti Poundfit, yoga, serta olahraga lainnya, sehingga kawasan ini dapat menjadi ruang bagi komunitas untuk berkumpul dan beraktivitas bersama,” ujar Pro Cece.
Ia berharap semakin banyak masyarakat terdorong untuk menjadikan olahraga sebagai kegiatan rutin.
“Saya berharap semakin banyak orang yang terdorong untuk rutin berolahraga, karena menjaga kesehatan akan lebih mudah ketika kita memiliki lingkungan dan komunitas yang mendukung,” lanjutnya.
Ketersediaan ruang untuk bergerak menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung gaya hidup aktif. Selain fasilitas olahraga, kenyamanan lingkungan dan keberadaan komunitas juga dapat memengaruhi minat seseorang untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama.
Dalam konteks kawasan hunian, ruang terbuka dapat memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar elemen penghijauan. Area tersebut juga berpotensi menjadi tempat berlangsungnya aktivitas fisik dan interaksi antarwarga.
Lingkungan Hunian Dibahas dalam Podcast Keliling
Setelah sesi olahraga, kegiatan dilanjutkan dengan Podcast Keliling yang dipandu Andi Mattuju.
Diskusi menghadirkan Ahmad Syarif selaku Marketing & Agency Assistant Manager serta Founder Cece Studio, Pro Cece.
Salah satu pembahasan utama adalah hubungan antara pengembangan kawasan hunian dan kualitas hidup masyarakat.
Ahmad Syarif menjelaskan bahwa perencanaan lingkungan tempat tinggal perlu mempertimbangkan kebutuhan penghuni, termasuk kenyamanan dan keberadaan kawasan hijau.
Menurutnya, hunian tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat. Lingkungan di sekitarnya juga dapat memberikan ruang bagi penghuni untuk menjalani aktivitas yang lebih sehat.
“Bagi kami, hunian yang baik bukan hanya tentang bangunan, tetapi juga bagaimana sebuah kawasan dapat mendukung kualitas hidup penghuninya,” ujar Ahmad.
Dalam diskusi tersebut, ia memperkenalkan OASE Tanjung sebagai pengembangan hunian yang mengedepankan lingkungan hijau dan kenyamanan.
“Melalui OASE Tanjung, kami ingin menghadirkan kawasan yang mengedepankan lingkungan hijau dan kenyamanan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih seimbang,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan pengembang yang menempatkan lingkungan sebagai bagian dari konsep hunian.
Meski demikian, rilis kegiatan belum merinci luas ruang terbuka hijau, fasilitas yang tersedia di OASE Tanjung, maupun indikator keberlanjutan yang diterapkan dalam pengembangannya.
Karena itu, konsep hunian hijau yang disampaikan masih merupakan penjelasan pihak pengembang, bukan hasil penilaian independen terhadap kinerja lingkungan kawasan tersebut.
Ruang Terbuka Juga Menjadi Tempat Interaksi Sosial
Selain membahas kesehatan, Podcast Keliling menyoroti fungsi ruang terbuka sebagai tempat berlangsungnya kegiatan komunitas.
Andi Mattuju menyampaikan kesannya terhadap lingkungan Bukit Baruga yang dinilainya hijau, asri, dan nyaman untuk berkegiatan.
“Begitu masuk ke kawasan Bukit Baruga, suasana hijau dan asrinya langsung terasa. Lingkungan seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda, karena kita bisa berkegiatan di tempat yang nyaman sekaligus lebih dekat dengan alam,” ungkapnya.
Menurut Andi, kawasan yang mendukung aktivitas komunitas juga dapat menjadi tempat bertukar gagasan mengenai kesehatan dan keberlanjutan.
“Menurut saya, ruang seperti ini penting untuk mendukung aktivitas komunitas dan menjadi tempat untuk berbagi gagasan tentang gaya hidup sehat maupun keberlanjutan. Selain itu saya juga kagum dengan kondisi lingkungan Bukit Baruga yang sangat bersih,” tambahnya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan salah satu fungsi sosial ruang terbuka. Selain digunakan untuk olahraga, kawasan hijau dapat menjadi tempat pertemuan dan kegiatan yang melibatkan masyarakat dengan beragam minat.
Namun, manfaat sosial tersebut juga bergantung pada bagaimana ruang dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung secara rutin berpotensi membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi. Sementara itu, akses dan fasilitas yang mendukung akan memengaruhi siapa saja yang dapat memanfaatkan ruang tersebut.
Bukit Baruga Kaitkan Kegiatan dengan Prinsip ESG
Penyelenggaraan Poundfit dan Podcast Keliling juga dikaitkan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan KALLA.
ESG merupakan pendekatan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam kegiatan perusahaan.
Dalam kegiatan ini, aspek lingkungan diperkenalkan melalui pemanfaatan kawasan hijau. Sementara itu, aspek sosial diwujudkan melalui aktivitas kesehatan dan keterlibatan komunitas.
KALLA menyatakan bahwa prinsip tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan yang akan terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan olahraga dan diskusi belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan penerapan ESG. Penilaian terhadap keberlanjutan kawasan juga memerlukan informasi mengenai pengelolaan lingkungan, penggunaan sumber daya, serta dampak program dalam jangka panjang.
Mengapa Lingkungan Hunian Penting bagi Gaya Hidup Sehat?
Kegiatan di Bukit Baruga memperlihatkan bagaimana ruang dalam kawasan hunian dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang melibatkan masyarakat.
Sebanyak 40 peserta mengikuti olahraga bersama, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai kesehatan dan lingkungan.
Bagi masyarakat, keberadaan ruang yang mendukung aktivitas fisik dapat menjadi salah satu faktor yang memudahkan terbentuknya kebiasaan sehat. Namun, kebiasaan tersebut tetap membutuhkan konsistensi individu dan dukungan lingkungan sosial.
Sementara itu, bagi pengembang kawasan, kegiatan komunitas menjadi salah satu cara memperkenalkan fungsi ruang terbuka di luar kebutuhan tempat tinggal.
Pemanfaatan kawasan hijau untuk olahraga dan diskusi juga menunjukkan bahwa perencanaan hunian memiliki keterkaitan dengan aktivitas sehari-hari penghuninya.
Melalui rangkaian Poundfit dan Podcast Keliling, Bukit Baruga berupaya mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan serta pengelolaan ruang terbuka menjadi aspek yang dapat menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diterapkan dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya melalui penyelenggaraan acara. (*/IN)














