MAKASSAR,inspirasinusantara.id — Sejumlah konser musik, festival komunitas, hingga kegiatan budaya akan digelar di Makassar sepanjang Mei 2026. Rangkaian agenda ini tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi kreatif, UMKM, dan pemanfaatan ruang publik di kota.
Agenda musik terbesar datang dari Sulawesi Youth Festival (SYF) 2026 yang akan berlangsung pada 14 Mei 2026 di area parkir Trans Studio Mall Makassar. Festival ini menghadirkan Hindia, Raisa, Bernadya, Feast, Lomba Sihir, dan Biru Baru. Sementara itu, Jangan Tunggu Aku Music Fest akan digelar pada 8 Mei 2026 di area parkir Phinisi Point Makassar dengan menghadirkan Mahalini, Pamungkas, serta Fstvlst. Grup musik D’Masiv juga dijadwalkan tampil di Makassar pada 9 Mei 2026.
Selain konser, kegiatan komunitas dan pameran juga berlangsung di berbagai lokasi. 15th Muslim Life Fair digelar pada 1–3 Mei 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Centre dengan agenda pameran produk halal, kajian, serta promosi UMKM. Pada 1 Mei 2026, May Day Fest 2026 berlangsung di Lapangan Karebosi melalui jalan sehat, panggung rakyat, dan dialog buruh sebagai bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional.
Di sektor literasi dan budaya, Makassar International Writers Festival kembali digelar sepanjang Mei 2026 dengan menghadirkan diskusi buku, pertunjukan seni, dan forum literasi. Dinas Kebudayaan juga melanjutkan pagelaran “Agaukang Budaya” di Fort Rotterdam pada awal Mei sebagai ruang pertunjukan seni tradisional dan budaya lokal.
Sementara itu, Makassar Town Square menghadirkan rangkaian kegiatan “Mei Harmony” sepanjang bulan Mei. Agenda tersebut meliputi lomba puisi pada 2 Mei 2026, singing competition pada 9 Mei 2026, kenaikan sabuk taekwondo pada 10 Mei 2026, lomba mewarnai pada 16 Mei 2026, serta lomba fashion show pada 24 Mei 2026. Selain itu, kelas poundfit juga rutin digelar setiap minggu, yakni pada 7, 14, 21, dan 28 Mei 2026.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas publik di Makassar, terutama di sektor hiburan, komunitas, dan budaya. Bagi warga, agenda tersebut tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga membuka peluang interaksi sosial dan perputaran ekonomi di berbagai kawasan kota.(ain/IN)













