INSPIRASINUSANTARA-Riset psikologi dari University of Colorado menemukan bahwa jadwal les yang terlalu padat dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengatur dirinya sendiri. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology melalui penelitian berjudul Less-Structured Time in Children’s Daily Lives Predicts Self-Directed Executive Functioning.
Penelitian yang dilakukan Jane E. Barker dan tim peneliti itu mengamati aktivitas harian anak usia sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan anak yang memiliki lebih banyak waktu tidak terstruktur cenderung mempunyai kemampuan executive function (EF) yang lebih baik dibanding anak yang sebagian besar aktivitasnya diarahkan secara ketat oleh orang dewasa.
Executive function merupakan kemampuan yang berkaitan dengan konsentrasi, pengendalian diri, pengaturan waktu, penyusunan rencana, hingga pengambilan keputusan. Kemampuan tersebut dinilai penting dalam proses belajar dan perkembangan anak hingga dewasa.
Dalam penelitian tersebut, anak yang terbiasa menjalani aktivitas mandiri seperti membaca, bermain, dan menyelesaikan tugas tanpa pengawasan terus-menerus menunjukkan kemampuan berpikir mandiri yang lebih kuat.
Sebaliknya, anak dengan aktivitas harian yang dipenuhi kegiatan terstruktur, termasuk les akademik yang padat, cenderung lebih terbiasa mengikuti arahan dibanding mengembangkan inisiatif sendiri.
“Less-structured activities predicted better self-directed executive functioning,” tulis Barker dan tim dalam hasil penelitian tersebut.
Peneliti menjelaskan aktivitas yang tidak sepenuhnya diarahkan memberi ruang bagi anak untuk belajar mengatur pilihan dan tanggung jawabnya sendiri. Kondisi tersebut dinilai membantu anak melatih kemampuan mengendalikan perilaku dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
Temuan riset ini muncul di tengah meningkatnya tren les akademik pada anak usia dini. Banyak orang tua mengisi jadwal anak dengan berbagai kelas tambahan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan keterampilan tertentu.
Meski demikian, peneliti menegaskan aktivitas terstruktur tetap memiliki manfaat bagi perkembangan anak. Namun, anak juga membutuhkan waktu bebas agar kemampuan mengatur diri, mengambil keputusan, dan membangun kemandirian dapat berkembang secara seimbang.(jmi/IN)













