INSPIRASINUSANTARA- Penggunaan smartwatch sebagai perangkat pemantau kesehatan semakin berkembang di tengah meningkatnya tren gaya hidup digital. Perangkat wearable ini kini banyak digunakan untuk memantau detak jantung, kualitas tidur, jumlah langkah kaki, hingga tingkat kebugaran tubuh. Namun sejumlah penelitian terbaru menunjukkan data kesehatan yang ditampilkan smartwatch masih memiliki tingkat akurasi yang beragam.
Temuan tersebut muncul ketika semakin banyak masyarakat menjadikan smartwatch sebagai bagian dari aktivitas harian, terutama untuk mengukur kondisi tubuh secara cepat tanpa pemeriksaan medis langsung. Di kalangan pengguna urban, smartwatch bahkan mulai diposisikan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan terkait pola tidur, olahraga, hingga pola konsumsi harian.
Kajian ilmiah yang dibahas dalam artikel The Conversation mengungkap beberapa fitur kesehatan pada smartwatch masih bekerja menggunakan estimasi algoritma, bukan pengukuran medis secara langsung. Kondisi ini membuat hasil pembacaan perangkat wearable berpotensi berbeda dengan kondisi tubuh sebenarnya.
Salah satu fitur yang paling sering dipersoalkan adalah penghitung kalori terbakar. Peneliti menemukan smartwatch dapat memberikan estimasi pengeluaran energi yang tidak konsisten, terutama saat pengguna melakukan olahraga intensitas tinggi atau latihan beban. Ketidakakuratan tersebut dinilai dapat memengaruhi pola konsumsi pengguna karena data kalori sering dijadikan acuan untuk mengatur asupan makanan.
Hunter Bennett, peneliti ilmu olahraga dari Adelaide University, mengatakan perangkat wearable masih memiliki keterbatasan dalam membaca pengeluaran energi secara akurat pada berbagai jenis aktivitas.
“Perangkat wearable masih memiliki keterbatasan dalam membaca pengeluaran energi secara presisi pada berbagai jenis aktivitas,” kata Hunter Bennett.
Selain penghitung kalori, fitur penghitung langkah kaki pada smartwatch juga dinilai belum sepenuhnya presisi. Sensor perangkat bekerja dengan membaca gerakan tangan pengguna sehingga beberapa aktivitas lain berpotensi terbaca sebagai langkah kaki. Dalam kondisi tertentu, smartwatch bahkan dapat tetap menghitung langkah saat pengguna berada di kendaraan atau membawa barang.
Masalah serupa ditemukan pada fitur pemantauan detak jantung. Sensor optik smartwatch membaca perubahan aliran darah melalui pergelangan tangan, tetapi hasil pengukurannya dapat dipengaruhi oleh gerakan tubuh, posisi penggunaan jam, warna kulit, hingga kondisi keringat pengguna. Peneliti menjelaskan hasil pembacaan smartwatch dalam beberapa situasi masih dapat berbeda dengan alat medis profesional.
Fitur pemantauan tidur atau sleep tracking juga menjadi sorotan karena banyak smartwatch mengklaim mampu membaca kualitas tidur dan tingkat pemulihan tubuh pengguna. Padahal sebagian besar data tersebut berasal dari pengolahan algoritma berdasarkan pola gerakan dan denyut jantung, bukan pemeriksaan medis langsung. Kondisi ini membuat hasil pembacaan kualitas tidur tidak selalu mencerminkan kondisi fisik pengguna secara menyeluruh.
Ketidakakuratan serupa ditemukan pada fitur VO2 max atau pengukuran kebugaran kardiorespirasi. Dalam praktik medis, pengukuran VO2 max dilakukan menggunakan alat laboratorium khusus untuk membaca penggunaan oksigen tubuh secara langsung. Sementara smartwatch hanya memperkirakan nilainya melalui kombinasi data aktivitas dan denyut jantung pengguna.
Fenomena ini menunjukkan perubahan cara masyarakat memahami kesehatan di era digital. Teknologi wearable kini semakin terhubung dengan pola hidup masyarakat perkotaan yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan akses informasi kesehatan. Namun para peneliti mengingatkan bahwa smartwatch sebaiknya digunakan sebagai alat pendukung gaya hidup sehat, bukan pengganti pemeriksaan medis profesional.
Di sisi lain, smartwatch tetap dinilai membantu pengguna membangun kesadaran terhadap aktivitas dan kondisi tubuh sehari-hari. Karena itu, peningkatan penggunaan perangkat wearable juga dinilai perlu diiringi literasi digital kesehatan agar masyarakat dapat memahami batas kemampuan teknologi yang mereka gunakan.(frh/IN)













