Banner Pajak

Athirah Terima 1.186 Siswa Baru

Memasuki tahun ajaran baru, tantangan utama bagi peserta didik bukan hanya memulai proses belajar, tetapi juga beradaptasi dengan lingkungan, budaya, dan sistem pendidikan yang baru. Hal tersebut menjadi perhatian Sekolah Islam Athirah yang menyambut 1.186 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 melalui berbagai program pengenalan sekolah di empat wilayah, yakni Kajaolalido, Bukit Baruga, Bone, dan Racing Centre.(foto:ist)

MAKASSAR,inspirasinusantara.id- Memasuki tahun ajaran baru, tantangan utama bagi peserta didik bukan hanya memulai proses belajar, tetapi juga beradaptasi dengan lingkungan, budaya, dan sistem pendidikan yang baru. Hal tersebut menjadi perhatian Sekolah Islam Athirah yang menyambut 1.186 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 melalui berbagai program pengenalan sekolah di empat wilayah, yakni Kajaolalido, Bukit Baruga, Bone, dan Racing Centre.

Ribuan siswa tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Untuk membantu proses adaptasi, Sekolah Islam Athirah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13–24 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi siswa untuk memahami lingkungan belajar, budaya sekolah, tata tertib, serta nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan akademik.

Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, mengatakan MPLS tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi proses membangun pemahaman siswa terhadap arah pendidikan yang diterapkan. “Tujuan dari MPLS adalah bagaimana kita bisa memahami dengan baik, mengenal dengan baik lingkungan sekolah kita ini. Lewat MPLS ini juga para siswa bisa mengetahui visi Sekolah Islam Athirah. Selain itu juga di sini para siswa akan diajarkan bagaimana budaya dan tata tertib di sekolah ini,” ujar Syamril.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS juga dirancang untuk membekali siswa dengan motivasi, orientasi belajar, serta strategi menghadapi proses pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan nilai SAKTI yang menjadi bagian dari karakter Sekolah Islam Athirah, yaitu syukur, aktif, kerja sama, tekun, dan ikhlas.

Bagi orang tua, pemilihan sekolah tidak hanya mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter anak. Salah seorang orang tua siswa baru, Riska, mengungkapkan alasan memilih Sekolah Islam Athirah karena melihat konsistensi kualitas pendidikan serta perhatian terhadap pembentukan adab.

“Saya memilih Athirah karena kualitas pendidikannya sudah terbukti. Selain memberikan pendidikan akademik yang baik, kami lihat sekolah ini juga membentuk karakter dan adab anak. Itu yang membuat kami pribadi yakin mempercayakan pendidikan anak kami di Athirah,” katanya.

Dengan jumlah siswa baru yang mencapai lebih dari seribu peserta didik, proses adaptasi menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan kualitas pembelajaran. Melalui MPLS, Sekolah Islam Athirah menargetkan siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah, memahami nilai yang diterapkan, serta memiliki kesiapan mengikuti proses pendidikan selama tahun ajaran 2026/2027.(*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *