iklim  

Krisis Iklim Perburuk Penyebaran Hantavirus, WHO Seliqdiki Wabah di Kapal MV Hondius

KRISIS IKLIM
ILUSTRASI.Wabah Hantavirus yang menewaskan tiga orang dan kini diselidiki oleh World Health Organization terkait potensi penyebaran penyakit di tengah dampak krisis iklim global.

JAKARTA,inspirasinusantara.id – Munculnya wabah Hantavirus di atas kapal MV Hondius yang menewaskan tiga orang penumpang menjadi alarm keras bagi sistem kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini tengah menyelidiki insiden tersebut guna mengantisipasi potensi penularan antarmanusia yang langka namun mematikan.

Melansir data CDC, Hantavirus utamanya menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus dan hamster. Meski bukan virus baru, kemunculannya kembali di tengah krisis iklim global memicu kekhawatiran serius di kalangan pakar kesehatan.
Kaitan Erat dengan Perubahan Iklim.

Para peneliti mengungkapkan bahwa krisis iklim menjadi faktor utama yang memperparah penyebaran virus ini. Peningkatan curah hujan yang ekstrem diketahui memicu ledakan populasi hewan pengerat, yang secara otomatis meningkatkan risiko paparan pada manusia.

Asisten Profesor Epidemiologi dari Universitas Brown, Rachel Baker, menegaskan bahwa perubahan iklim secara nyata memperburuk beban penyakit menular. Senada dengan hal tersebut, Direktur Center for Health, Environment and Society Universitas Wisconsin–Madison, Jonathan Patz, menyatakan bahwa penanganan iklim harus dipandang sebagai urgensi medis.

“Kita perlu melakukan intervensi di berbagai tingkatan, termasuk (mengurangi) pembakaran bahan bakar fosil, dan memperlakukannya sebagai kebutuhan kesehatan yang mendesak,” ujar Patz.

Tantangan Pencegahan dan Vaksinasi
Hingga saat ini, belum ada vaksin berlisensi untuk Hantavirus, meskipun beberapa kandidat vaksin sedang dalam tahap pengembangan intensif. Di kawasan Amerika Tengah dan Selatan, otoritas kesehatan telah melakukan pelacakan kontak agresif dan kampanye kesadaran publik.

Namun, langkah pencegahan teknis seperti pemasangan perangkap tikus dan perbaikan sanitasi masih menemui kendala besar, terutama di komunitas pedesaan dengan tingkat ekonomi rendah. Para ahli menekankan bahwa selain menekan emisi gas rumah kaca, penguatan riset, surveilans global, dan pendanaan yang setara menjadi kunci utama untuk membendung ancaman Hantavirus di masa depan.(Lnd/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *