INSPIRASINUSANTARA-Kebiasaan buang sampah sembarangan masih berlangsung di berbagai wilayah Indonesia meski edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan telah lama dilakukan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran buang sampah pada tempatnya belum sepenuhnya diikuti perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Permasalahan ini berdampak langsung pada lingkungan. Sampah yang dibuang ke sungai menyebabkan pencemaran air dan mengganggu ekosistem perairan. Selain itu, saluran drainase yang tersumbat akibat buang sampah sembarangan meningkatkan risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
Dampak buang sampah sembarangan juga berkaitan dengan kesehatan. Lingkungan yang kotor menjadi tempat berkembangnya bakteri serta vektor penyakit seperti nyamuk dan lalat. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai penyakit yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan.
Selain itu, sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik turut mencemari tanah dan laut. Limbah tersebut dapat membahayakan satwa yang terpapar, sekaligus memperparah kerusakan ekosistem dalam jangka panjang.
Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab kebiasaan ini masih terjadi. Ketersediaan fasilitas tempat sampah di ruang publik yang belum merata, minimnya edukasi lingkungan yang berkelanjutan, serta lemahnya penegakan aturan membuat perilaku buang sampah sembarangan terus berulang.
Pengamat lingkungan Emil Salim menyatakan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga perilaku yang belum berubah secara konsisten. Ia menilai bahwa kesadaran menjaga kebersihan sebenarnya telah lama diperkenalkan, namun implementasinya masih lemah.
“Kesadaran lingkungan harus diikuti tindakan nyata, bukan hanya pengetahuan. Tanpa perubahan perilaku, masalah sampah akan terus berulang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik dari individu maupun sistem yang mendukung perubahan tersebut.
Upaya penanganan dinilai perlu difokuskan pada perubahan perilaku yang berkelanjutan. Edukasi lingkungan perlu dilakukan secara konsisten melalui berbagai jalur, termasuk pendidikan formal dan kampanye publik agar kesadaran buang sampah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, penyediaan fasilitas tempat sampah di ruang publik serta penegakan aturan yang tegas terhadap pelanggaran dinilai dapat mendorong perubahan kebiasaan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi praktik buang sampah sembarangan yang masih terjadi.(jmi/IN)














