JAKARTA,inspirasinusantara.id — Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 kembali mencatat lonjakan peminat. Jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 806 ribu siswa, sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 189 ribu kursi di perguruan tinggi negeri (PTN).
Perbandingan tersebut menunjukkan tingkat persaingan yang semakin ketat, dengan hanya sebagian kecil pendaftar yang berpeluang lolos melalui jalur tanpa tes tersebut.
SNBP merupakan salah satu jalur seleksi nasional yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan, dengan penilaian berbasis prestasi akademik dan non-akademik siswa selama di sekolah. Jalur ini menjadi pilihan utama bagi siswa karena tidak memerlukan ujian tertulis seperti pada seleksi berbasis tes.
Tingginya jumlah pendaftar mencerminkan meningkatnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke PTN, sekaligus menunjukkan keterbatasan daya tampung yang masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan tinggi nasional.
Selain faktor jumlah kursi, distribusi peminat yang cenderung menumpuk pada program studi dan kampus favorit juga turut memperketat persaingan. Banyak pendaftar bersaing pada pilihan yang sama, sehingga peluang diterima menjadi semakin kecil.
Pengamat pendidikan menilai kondisi ini menuntut siswa untuk lebih strategis dalam memilih program studi, termasuk mempertimbangkan minat, kemampuan, serta peluang diterima.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas pendidikan tinggi, baik melalui penambahan daya tampung maupun penguatan perguruan tinggi vokasi dan swasta sebagai alternatif.
Fenomena tingginya peminat SNBP juga mencerminkan kebutuhan akses pendidikan tinggi yang semakin besar. Ke depan, keseimbangan antara jumlah lulusan sekolah menengah dan kapasitas perguruan tinggi dinilai menjadi kunci dalam mengurangi ketimpangan akses pendidikan di Indonesia.(*/IN)













