JAKARTA,inspirasinusantara.id — Informasi mengenai kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax yang disebut akan tembus hingga Rp17.850 per liter, viral di media sosial. Kabar tersebut memicu perhatian publik karena mencantumkan label dokumen “confidential” yang dikaitkan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dalam informasi yang beredar, harga sejumlah BBM nonsubsidi disebut mengalami kenaikan signifikan. Pertamax dikabarkan naik dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter. Sementara itu, Pertamax Green disebut naik menjadi Rp19.150 per liter, Pertamax Turbo menjadi Rp19.450 per liter, serta Pertamina Dex dan Dexlite masing-masing mencapai di atas Rp23.000 per liter.
Narasi yang menyertai informasi tersebut mengaitkan kenaikan harga dengan lonjakan harga minyak dunia, termasuk dampak ketegangan geopolitik global yang disebut mengganggu pasokan minyak hingga 20 persen.
Namun, PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa kabar yang beredar bukan berasal dari pihak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga belum memberikan kepastian mengenai potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menyebut keputusan terkait harga masih menunggu penetapan resmi.
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.
Kabar yang beredar di tengah publik menunjukkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap isu harga energi. Dalam konteks ini, transparansi informasi dan kejelasan kebijakan menjadi penting untuk mencegah disinformasi serta menjaga stabilitas persepsi publik terhadap kebijakan energi nasional.(*/IN)













