Niat Healing, Malah Tekanan Finansial: Saat Liburan Bikin Kantong Bolong

JAKARTA,inspirasinusantara.id — Tren healing atau liburan singkat untuk melepas stres semakin populer di kalangan masyarakat. Namun, di balik tujuan relaksasi tersebut, tidak sedikit yang justru menghadapi tekanan baru setelah liburan berakhir, terutama terkait kondisi keuangan.

Psikolog Intan Erlita menjelaskan bahwa healing pada dasarnya merupakan upaya untuk keluar sejenak dari rutinitas yang melelahkan, baik secara fisik maupun psikis. Tujuannya adalah memulihkan energi agar seseorang dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih optimal.

Dalam praktiknya, konsep ini kerap bergeser. Banyak orang mengaitkan healing dengan pengeluaran besar, seperti menginap di hotel mewah atau berbelanja berlebihan, yang tidak selalu sejalan dengan kemampuan finansial.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh budaya media sosial. Dorongan untuk menampilkan gaya hidup tertentu atau “terlihat bahagia” di ruang digital membuat sebagian orang mengambil keputusan konsumtif selama liburan.

Dampaknya mulai terasa setelah masa liburan usai. Tagihan, terutama dari kartu kredit, menjadi beban baru yang menghilangkan efek relaksasi yang sebelumnya dirasakan. Kondisi ini bahkan dapat memicu stres finansial dan memengaruhi keseimbangan mental.

Menurut Intan, healing seharusnya berfokus pada proses recharge diri, bukan pada besarnya pengeluaran. Jika liburan justru merusak kondisi keuangan, maka tujuan pemulihan tidak tercapai dan berpotensi menciptakan siklus stres baru.

Dalam jangka panjang, tekanan finansial akibat gaya hidup yang tidak terkontrol dapat memaksa individu bekerja lebih keras atau bahkan berutang. Hal ini berlawanan dengan esensi healing yang seharusnya memberikan ketenangan dan keseimbangan.

Karena itu, perencanaan liburan yang realistis menjadi penting. Menyesuaikan aktivitas dengan kondisi keuangan dinilai sebagai langkah untuk memastikan bahwa healing benar-benar memberikan manfaat, bukan justru menjadi sumber tekanan baru setelahnya.(wdy/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *