JAKARTA — Konsumsi kopi dalam jumlah moderat, sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, dikaitkan dengan penurunan risiko stres dan gangguan suasana hati. Temuan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan hidup masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan dengan ritme aktivitas yang padat.
Studi terbaru yang melibatkan lebih dari 460 ribu partisipan dalam periode jangka panjang menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dan kondisi kesehatan mental. Dalam penelitian tersebut, kelompok yang mengonsumsi kopi dalam jumlah moderat tercatat memiliki risiko stres lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi maupun yang mengonsumsinya secara berlebihan.
Dokter Kyra Bobinet menjelaskan bahwa konsumsi kopi dalam batas tertentu dapat memberikan dampak positif. Menurutnya, bagi sebagian besar orang dewasa, konsumsi dua hingga tiga cangkir per hari relatif aman dan berpotensi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap gangguan suasana hati dalam jangka panjang.
Secara ilmiah, kopi mengandung kafein dan berbagai senyawa bioaktif yang memengaruhi fungsi otak. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat serta memengaruhi pelepasan neurotransmiter seperti dopamin, yang berperan dalam meningkatkan kewaspadaan dan memperbaiki suasana hati.
Dalam konteks kehidupan modern, konsumsi kopi juga menjadi bagian dari rutinitas yang membantu individu beradaptasi dengan tekanan aktivitas sehari-hari. Namun, manfaat tersebut tidak terlepas dari pola konsumsi yang seimbang.
Penelitian juga menegaskan bahwa konsumsi berlebihan, seperti lebih dari lima cangkir per hari, justru dapat meningkatkan risiko kecemasan, gangguan tidur, hingga perubahan suasana hati yang tidak stabil.
Temuan ini menunjukkan bahwa kopi tidak hanya berfungsi sebagai minuman penunjang produktivitas, tetapi juga memiliki kaitan dengan kesehatan mental. Meski demikian, efeknya tetap bergantung pada jumlah konsumsi serta respons masing-masing individu terhadap kafein.(zfr/IN)













