Banner Pajak

Taman Baca Pinrang Direvitalisasi

evitalisasi taman baca ini menjawab masalah lama. Sebelumnya, pengelolaan koleksi belum rapi. Buku tersusun tidak sistematis. Pengunjung kesulitan mencari bacaan. Administrasi peminjaman juga belum tersedia. Kondisi ini membuat taman baca belum berfungsi optimal sebagai ruang belajar.

PINRANG,inspirasinusantara.id- Taman baca di Desa Massewae kini mulai tertata lebih baik. Revitalisasi dilakukan untuk memudahkan akses literasi masyarakat. Program ini dijalankan mahasiswa Universitas Hasanuddin melalui KKN Tematik Literasi Gelombang 116. Kegiatan berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Dusun Kaluppang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.

Revitalisasi taman baca ini menjawab masalah lama. Sebelumnya, pengelolaan koleksi belum rapi. Buku tersusun tidak sistematis. Pengunjung kesulitan mencari bacaan. Administrasi peminjaman juga belum tersedia. Kondisi ini membuat taman baca belum berfungsi optimal sebagai ruang belajar.

Selama empat hari, mahasiswa melakukan pembenahan menyeluruh. Area taman baca dibersihkan. Rak buku ditata ulang. Koleksi bacaan disusun kembali. Semua buku juga diinventarisasi. Langkah ini dilakukan agar sistem pengelolaan lebih tertib.

Mahasiswa juga menyiapkan buku administrasi peminjaman. Sistem ini membantu pencatatan sirkulasi buku. Koleksi kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori. Ada buku anak, novel, dan buku agama. Pengunjung kini lebih mudah menemukan bacaan sesuai kebutuhan.

Koordinator program, Rismawati, menjelaskan fokus kegiatan ini. Ia menekankan penataan tidak hanya fisik. Pengelolaan koleksi juga jadi perhatian utama. “Kami melihat koleksi buku cukup beragam, tetapi belum tertata dengan baik sehingga masyarakat kesulitan mencari buku,” ujarnya.

Ia berharap taman baca menjadi lebih rapi dan mudah digunakan. Selain itu, pengelolaan diharapkan bisa berlanjut oleh masyarakat. Menurutnya, inventarisasi dan administrasi jadi langkah awal penting. Sistem ini membantu pengelola memantau penggunaan buku.

Program ini diharapkan memberi dampak jangka panjang. Lingkungan yang bersih dan tertata bisa meningkatkan minat baca. Akses literasi masyarakat juga menjadi lebih mudah. Taman baca di Desa Massewae diharapkan berkembang sebagai ruang belajar yang aktif.

Melalui langkah ini, budaya membaca di tingkat desa mulai diperkuat. Taman baca tidak hanya jadi tempat buku. Ia menjadi ruang tumbuhnya kebiasaan belajar sepanjang hayat.(rsm/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *