Banner Pajak

KARSA BACA: Dari Botol Bekas ke Air Bersih, Cara Mahasiswa KKN-T Unhas Mengajarkan Sains yang Membumi di Pinrang

PINRANG,inspirsinusantara.id — Di sebuah kelas sederhana di SDN 212 Pinrang, air keruh perlahan berubah lebih jernih saat mengalir melalui lapisan pasir, arang, dan kerikil yang disusun siswa. Bagi mereka, ini bukan sekadar percobaan, melainkan pengalaman pertama memahami bagaimana air bersih bisa dihasilkan dari hal-hal sederhana di sekitar.

Pengalaman itu hadir melalui program KARSA BACA yang dijalankan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 di Kelurahan Bentengnge, Jumat (24/7). Program ini menggabungkan literasi dan praktik langsung agar siswa tidak hanya tahu pentingnya air bersih, tetapi juga memahami cara mendapatkannya.

Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa. Setelah itu, mahasiswa membacakan buku cerita anak Saring, Saring! karya Winda Listya—sebuah pendekatan yang menjembatani konsep sains dengan cerita yang dekat dengan keseharian anak.

Namun inti pembelajaran terjadi saat praktik dimulai. Dalam kelompok kecil, siswa menyusun saringan air dari bahan bekas seperti botol plastik, tisu, pasir, arang, dan kerikil. Mereka kemudian mengamati langsung perubahan air yang melewati lapisan-lapisan tersebut.

Di titik ini, pembelajaran tidak lagi bersifat abstrak. Siswa melihat sendiri bagaimana proses penyaringan bekerja, sekaligus memahami bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna.

Pendekatan ini mempertemukan tiga hal sekaligus: literasi, sains, dan kesadaran lingkungan. Di tengah persoalan akses air bersih yang masih menjadi tantangan di banyak daerah, pemahaman dasar seperti ini menjadi langkah awal yang penting—terutama jika ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

Selama kegiatan berlangsung, kelas berubah menjadi ruang eksplorasi. Siswa aktif bertanya, mencoba, dan berdiskusi. Rasa ingin tahu muncul bukan karena dipaksa, tetapi karena mereka terlibat langsung dalam proses belajar.

Untuk mengukur dampaknya, mahasiswa kembali melakukan post-test di akhir kegiatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep air bersih dan penyaringan sederhana, sekaligus menegaskan efektivitas metode belajar berbasis praktik.

Bagi sekolah, pendekatan ini memberi warna baru dalam proses pembelajaran. Tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih kontekstual dan mudah diingat oleh siswa.

Melalui KARSA BACA, mahasiswa KKN-T Unhas tidak sekadar menjalankan program kerja. Mereka menunjukkan bahwa edukasi yang sederhana, relevan, dan aplikatif bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran yang lebih besar—tentang pentingnya air bersih, pengelolaan lingkungan, dan cara belajar yang lebih bermakna.(rtn/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *