Banner Pajak

Kurangi Sampah Plastik, Mahasiswa KKN-T Unhas Sediakan Fasilitas Pemilahan di Desa Kabba

PANGKEP,inspirasinusantara.id— Upaya sederhana untuk mengurangi sampah plastik mulai digerakkan dari Desa Kabba, Kecamatan Minasatene. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan fasilitas tempat sampah khusus plastik di sejumlah titik strategis desa.

Program ini berangkat dari persoalan umum yang sering diabaikan: sampah plastik yang tercampur dengan limbah lain sejak dari sumbernya. Tanpa pemilahan, sampah sulit dikelola dan berpotensi mencemari lingkungan lebih luas. Melalui penyediaan tempat sampah terpisah, mahasiswa mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk mulai memilah sampah dari hal paling dasar.

Sebanyak delapan titik dipilih sebagai lokasi penempatan, meliputi dua sekolah dasar—SD Negeri 25 Taraweang Kabba dan SD Negeri 26 Taraweang Kabba—serta enam masjid di wilayah desa. Pemilihan lokasi ini tidak sekadar mempertimbangkan keramaian, tetapi juga menjangkau ruang-ruang sosial yang dekat dengan aktivitas harian warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Penanggung jawab program, Shania Gracelina, menyebut bahwa kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempat yang tepat bisa menjadi pintu masuk perubahan yang lebih besar.

“Harapannya, masyarakat mulai terbiasa memilah sampah plastik. Dari langkah sederhana ini, dampaknya bisa terasa pada kebersihan lingkungan secara keseluruhan,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan pemerintah desa, pihak sekolah, dan pengurus masjid dalam proses distribusi dan pemanfaatan fasilitas. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar fasilitas yang disediakan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar digunakan secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar penyediaan tempat sampah, program ini menekankan pentingnya membangun kebiasaan. Tanpa perubahan perilaku, fasilitas hanya akan menjadi pelengkap. Namun jika dimanfaatkan secara konsisten, langkah kecil ini berpotensi menjadi fondasi pengelolaan sampah yang lebih sistematis di tingkat desa.(*/IN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *