Banner Pajak

PSM Makassar vs Arema: Ujian Awal untuk Bangkit

PSM Makassar menghadapi Arema FC pada pekan berikutnya Super League 2026/27. Rekor pertemuan terakhir lebih menguntungkan Arema, sehingga laga di Parepare menjadi kesempatan Juku Eja membalik momentum.

PSM Makassar vs Arema
BERJUANG. Pemain PSM Makassar mencoba menahan bola saat melawan Persib Bandung pada laga pertama BRI Super League 2026-2027. (foto:instagram@psmmakassar).

INSPIRASINUSANTARA.ID — PSM Makassar kembali menghadapi ujian penting dalam upaya membangun momentum pada Super League 2026/27. Arema FC menjadi lawan berikutnya yang datang dengan catatan pertemuan lebih baik dalam beberapa duel terakhir.

Pertandingan PSM Makassar vs Arema FC berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu, 13 September 2026. Duel ini menjadi kesempatan bagi Juku Eja untuk menghentikan tren buruk sekaligus memperbaiki posisi setelah awal musim yang belum stabil.

Pertemuan kedua tim selalu memiliki sejarah persaingan yang cukup ketat. Namun, hasil beberapa laga terakhir membuat PSM harus bekerja lebih keras.

Dalam lima pertemuan terbaru, Arema tidak terkalahkan dari PSM. Singo Edan meraih empat kemenangan dan sekali imbang. Catatan itu menjadi salah satu alasan laga mendatang tidak mudah bagi tuan rumah.

Rekor Terbaru Lebih Memihak Arema

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 9 Mei 2026. Saat itu, Arema FC menang 3-0 atas PSM Makassar di Kanjuruhan.

Sebelumnya, Arema juga menang 2-1 ketika bertandang ke Stadion Gelora B.J. Habibie pada 19 Oktober 2025. Dua hasil tersebut membuat PSM belum mampu mengalahkan Arema dalam dua pertemuan terakhir di kompetisi liga.

Pada Februari 2025, kedua tim bermain imbang 1-1. Setelah itu, Arema kembali menang 1-0 atas PSM pada September 2024.

Satu musim sebelumnya, Arema juga menang 3-2 atas PSM. Artinya, dalam lima duel terakhir, PSM hanya mengumpulkan satu hasil imbang. Empat pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan Arema.

Catatan tersebut membuat PSM memiliki pekerjaan rumah. Juku Eja bukan hanya perlu mencari tiga poin. Mereka juga harus memutus pola hasil yang terus menguntungkan lawan.

PSM Sebenarnya Punya Sejarah Positif

Jika melihat sejarah yang lebih panjang, persaingan PSM dan Arema tidak selalu berjalan satu arah. Kedua klub pernah bergantian meraih kemenangan.

Data resmi ILeague mencatat kedua tim sudah bertemu sembilan kali dalam rangkaian pertemuan yang tercantum untuk kompetisi terbaru. Masing-masing tim meraih empat kemenangan, sedangkan satu pertandingan berakhir imbang.

Dalam catatan tersebut, PSM juga memiliki beberapa kemenangan penting. Pada Oktober 2023, misalnya, PSM menang 3-0 atas Arema di Parepare.

PSM juga pernah menang 1-0 di kandang Arema pada Februari 2023. Sebelumnya, Juku Eja menang dengan skor sama saat menjamu Arema pada Agustus 2022.

Rekor itu menunjukkan bahwa Arema bukan lawan yang mustahil dikalahkan. PSM sudah beberapa kali menemukan cara untuk meredam Singo Edan.

Karena itu, persoalan utama bukan sekadar kualitas lawan. PSM perlu menemukan kembali konsistensi permainan yang pernah membawa mereka mengalahkan Arema.

Laga Ini Datang pada Waktu Penting

Pertandingan melawan Arema datang ketika PSM membutuhkan hasil positif. Musim sebelumnya menjadi periode sulit bagi Juku Eja.

PSM mengakhiri Super League 2025/26 di posisi ke-15. Mereka hanya berjarak satu tingkat dari zona degradasi dan bertahan di kasta tertinggi setelah unggul dalam catatan head-to-head atas Persis Solo.

Situasi tersebut membuat musim baru memiliki arti penting. PSM membutuhkan fondasi yang lebih stabil agar tidak kembali terjebak dalam persaingan di papan bawah.

Karena itu, laga melawan Arema bisa menjadi salah satu titik awal. Kemenangan akan memberi tiga poin sekaligus mengangkat kepercayaan diri tim.

Sebaliknya, hasil negatif dapat memperpanjang tekanan. Apalagi lawan yang dihadapi memiliki keunggulan psikologis dari hasil beberapa pertemuan terakhir.

PSM Perlu Mengubah Rekor Menjadi Motivasi

Rekor buruk tidak otomatis menentukan hasil pertandingan. Namun, catatan tersebut memberi gambaran mengenai tantangan yang harus dihadapi PSM.

Arema telah menemukan cara mengatasi PSM dalam beberapa pertandingan terakhir. Mereka menang di Parepare, menang di kandang sendiri, dan bahkan mencatat kemenangan dengan margin tiga gol pada pertemuan terakhir.

Karena itu, PSM perlu menghindari kesalahan yang sama. Lini belakang harus mampu menjaga konsentrasi ketika Arema membangun serangan.

Pada saat yang sama, lini depan PSM membutuhkan efektivitas lebih baik. Statistik pertandingan terakhir di Kanjuruhan menunjukkan PSM sebenarnya memiliki penguasaan bola 58 persen dan melepaskan 20 tembakan. Namun, Arema tetap menang 3-0 karena mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik.

Data tersebut memberikan pelajaran penting. Dominasi penguasaan bola tidak selalu menghasilkan kemenangan.

PSM harus mengubah kontrol permainan menjadi peluang berkualitas. Setelah itu, peluang tersebut harus berakhir dengan penyelesaian yang efektif.

Arema Punya Modal dari Pertemuan Terakhir

Arema datang dengan modal psikologis yang kuat. Kemenangan 3-0 pada Mei 2026 masih menjadi hasil terbaru kedua tim.

Dalam laga tersebut, Arema hanya mencatat penguasaan bola 42 persen. Namun, mereka tetap mampu melepaskan 11 tembakan dengan tujuh mengarah ke gawang. PSM memang menghasilkan 20 tembakan, tetapi hanya enam yang tepat sasaran.

Perbedaan tersebut memperlihatkan efektivitas sebagai salah satu faktor utama. Arema tidak perlu menguasai bola lebih banyak untuk menciptakan kemenangan.

PSM tentu bisa menggunakan pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi. Penguasaan bola harus diikuti kemampuan menciptakan peluang yang lebih bersih.

Selain itu, PSM perlu memperhatikan transisi. Ketika tim kehilangan bola, Arema dapat memanfaatkan ruang yang terbuka untuk melakukan serangan cepat.

Bermain di Parepare Jadi Peluang

Laga mendatang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare. Situasi ini memberikan PSM keuntungan sebagai tuan rumah.

Dukungan suporter dapat menjadi faktor penting. PSM membutuhkan atmosfer positif untuk membangun tekanan sejak awal pertandingan.

Namun, keuntungan kandang tidak otomatis menjamin kemenangan. Rekor terbaru menunjukkan Arema pernah menang di Parepare.

Karena itu, PSM perlu menggunakan keuntungan kandang secara efektif. Tim harus menjaga intensitas tanpa kehilangan keseimbangan.

Gol lebih awal juga dapat mengubah dinamika pertandingan. Jika PSM mampu unggul, Arema akan menghadapi situasi berbeda dibandingkan ketika mereka dapat bermain lebih tenang dan menunggu kesempatan.

Sebaliknya, jika PSM gagal memanfaatkan peluang, tekanan dapat meningkat seiring waktu. Situasi seperti itu perlu dikelola agar pemain tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Duel yang Bisa Menentukan Arah PSM

Pertandingan melawan Arema tidak hanya penting dari sisi tiga poin. Laga ini juga dapat menjadi ukuran apakah PSM mulai menemukan arah permainan yang lebih stabil.

Musim lalu menunjukkan betapa tipis jarak antara bertahan dan terjebak di zona degradasi. PSM akhirnya selamat, tetapi pengalaman tersebut menjadi peringatan bagi tim untuk memperbaiki performa.

Karena itu, kemenangan atas Arema dapat memberi efek lebih besar daripada sekadar tambahan angka. Hasil positif bisa menjadi titik balik psikologis setelah beberapa pertemuan terakhir tidak berpihak kepada Juku Eja.

Namun, PSM tetap harus melihat pertandingan secara realistis. Arema memiliki rekor positif dan sudah membuktikan kemampuannya menghadapi PSM.

Artinya, kemenangan harus dibangun melalui permainan yang disiplin. PSM perlu menjaga organisasi pertahanan, meningkatkan efektivitas serangan, serta menghindari kehilangan bola di area berbahaya.

Rekor Buruk Bisa Berakhir

PSM memang datang dengan bayang-bayang rekor buruk. Empat kekalahan dan satu hasil imbang dalam lima pertemuan terakhir membuat Arema memiliki keunggulan psikologis.

Namun, sepak bola selalu memberi ruang untuk perubahan. Hasil masa lalu tidak menentukan skor pertandingan berikutnya.

PSM juga memiliki sejarah kemenangan atas Arema. Bahkan, beberapa kemenangan terjadi di Parepare dengan skor meyakinkan.

Karena itu, pertandingan 13 September menjadi kesempatan bagi Juku Eja untuk mengubah cerita. Mereka tidak hanya mengejar tiga poin, tetapi juga ingin membangun kembali kepercayaan diri setelah periode sulit.

Kunci pertama terletak pada kemampuan PSM memanfaatkan peluang. Pertemuan terakhir menunjukkan bahwa jumlah tembakan dan penguasaan bola belum cukup tanpa penyelesaian efektif.

Kunci berikutnya adalah konsentrasi. Arema sudah menunjukkan kemampuan menghukum lawan ketika mendapat ruang.

Jika PSM mampu menggabungkan agresivitas dengan disiplin, peluang untuk mengakhiri rekor buruk terbuka. Pertandingan di Parepare pun bisa menjadi langkah awal untuk membangun kembali momentum Juku Eja.

Pada akhirnya, laga PSM Makassar vs Arema FC bukan sekadar duel dua klub dengan sejarah panjang. Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi PSM untuk menunjukkan bahwa mereka siap bangkit.

Rekor memang berpihak kepada Arema dalam beberapa pertemuan terakhir. Namun, PSM memiliki kesempatan untuk mengubahnya menjadi motivasi dan memulai babak baru di Super League 2026/27. (sal/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *