Banner Pajak

Real Madrid vs Inter: Rekor Lama Diuji Era Baru

Real Madrid dan Inter Milan kembali bertemu di Liga Champions setelah hampir lima tahun. Rekor pertemuan masih berpihak kepada Madrid, tetapi duel di Santiago Bernabéu membawa konteks baru bagi dua raksasa Eropa.

Real madrid
PEMBUKTIAN. Real Madrid harus kembali menunjukan dominasinya di Liga Champions dengan era barunya. (foto:ist)

INSPIRASINUSANTARA.ID — Real Madrid dan Inter Milan kembali dipertemukan di Liga Champions. Duel pada matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 di Santiago Bernabéu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB, menjadi pertemuan yang mempertemukan sejarah panjang dengan situasi baru kedua klub.

Rekor masa lalu masih memberi keunggulan kepada Real Madrid. Dalam 13 pertemuan di European Cup atau Liga Champions, Madrid meraih tujuh kemenangan, Inter lima kemenangan, sementara satu pertandingan berakhir imbang.

Namun, angka tersebut tidak otomatis menjadi gambaran kekuatan kedua tim saat ini. Pertemuan terakhir berlangsung pada fase grup musim 2021/2022, sedangkan duel terbaru hadir dengan pelatih, komposisi tim, dan konteks kompetisi yang berbeda.

Rekor 13 Pertemuan Masih Milik Madrid

Sejarah pertemuan Real Madrid dan Inter di kompetisi Eropa bermula dari final European Cup 1963/1964. Ketika itu, Inter menang 3-1 dan mengangkat trofi setelah mengalahkan Madrid di partai puncak.

Setelah pertandingan tersebut, kedua klub kembali berhadapan dalam berbagai fase kompetisi. Semifinal 1965/1966 menghasilkan kemenangan Madrid 1-0 pada leg pertama dan hasil imbang 1-1 pada leg kedua.

Inter kemudian membalas pada perempat final 1966/1967. Nerazzurri menang 1-0 pada leg pertama di kandang sendiri dan tetap mampu melaju setelah kalah 0-2 ketika bertandang ke Madrid.

Pertemuan berikutnya baru terjadi pada 1980/1981, ketika kedua klub kembali berjumpa di semifinal. Madrid menang 2-0 di kandang, tetapi Inter membalas 1-0 pada leg kedua.

Persaingan kembali muncul pada fase grup 1998/1999. Madrid menang 2-0 di kandang, sedangkan Inter membalas dengan kemenangan 3-1 pada pertemuan berikutnya.

Empat Pertemuan Terakhir Berpihak kepada Madrid

Jika sejarah 13 pertemuan memberikan gambaran relatif seimbang, tren terbaru menunjukkan dominasi yang lebih jelas. Madrid memenangkan empat pertemuan terakhir melawan Inter di Liga Champions.

Pada fase grup musim 2020/2021, Madrid menang 3-2 di kandang dan kemudian meraih kemenangan 2-0 di markas Inter. Semusim berikutnya, Madrid kembali menang dua kali, masing-masing 1-0 di Milan dan 2-0 di Bernabéu.

Artinya, Inter bukan hanya tertinggal dalam rekor keseluruhan, tetapi juga menghadapi tren negatif dalam pertemuan terbaru. Madrid mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan dua gol dalam empat duel terakhir tersebut.

UEFA juga mencatat Madrid memenangkan enam dari tujuh pertandingan terakhir melawan Inter. Dalam empat pertemuan terakhir, Madrid selalu keluar sebagai pemenang.

Catatan tersebut membuat pertandingan di Bernabéu memiliki lapisan sejarah tersendiri. Inter datang bukan sekadar menghadapi salah satu klub tersukses di Eropa, tetapi juga tim yang dalam beberapa tahun terakhir mampu menguasai duel langsung mereka.

Bernabéu Menjadi Tantangan Besar bagi Inter

Kandang Real Madrid menjadi salah satu faktor yang memperkuat keunggulan historis tersebut. Dalam enam kunjungan Inter ke markas Madrid di kompetisi ini, Nerazzurri hanya meraih satu kemenangan. Lima pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Kemenangan Inter tersebut terjadi pada leg kedua perempat final musim 1966/1967, ketika mereka menang 2-0. Sejak itu, kunjungan Inter ke Madrid tidak menghasilkan kemenangan lagi dalam catatan pertemuan Liga Champions yang dirangkum UEFA.

UEFA mencatat tren yang bahkan lebih panjang di Bernabéu. Madrid telah memenangkan tujuh pertandingan kandang terakhir melawan Inter dan mencatat empat clean sheet dalam rangkaian tersebut.

Karena itu, tekanan sejarah berada di sisi Inter. Mereka membutuhkan hasil berbeda agar pertemuan terbaru tidak kembali mengikuti pola yang sama.

Rekor Lama Bertemu Era Baru

Pertandingan kali ini memiliki konteks berbeda karena Real Madrid memasuki era kedua José Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut sebelumnya pernah menangani Madrid dan kini kembali ke Bernabéu untuk periode keduanya.

Mourinho memiliki hubungan historis yang sangat kuat dengan Inter. Ia membawa klub Italia tersebut meraih treble pada musim 2009/2010, termasuk gelar Liga Champions, sebelum kemudian meninggalkan Inter dan mengambil alih Madrid.

Ironisnya, final Liga Champions 2010 juga berlangsung di Santiago Bernabéu. Inter mengalahkan Bayern Munich 2-0 di stadion tersebut dan meraih gelar Eropa ketiganya, dengan Mourinho berada di pinggir lapangan.

Kini, Mourinho kembali memimpin Madrid menghadapi klub yang pernah memberinya salah satu pencapaian terbesar dalam karier kepelatihannya. Namun, ia menegaskan bahwa periode keduanya di Madrid harus dipisahkan dari masa lalu.

“Saya harus melakukan sekarang tidak ada hubungannya dengan masa lalu,” kata Mourinho menjelang pertandingan, sebagaimana dikutip Reuters.

Konteks tersebut membuat duel Madrid dan Inter tidak hanya menarik dari sisi head-to-head. Pertandingan ini juga mempertemukan kembali Mourinho dengan salah satu bagian penting dalam sejarah kariernya.

Madrid Datang dengan Target Memulai Fase Liga

Madrid memasuki Liga Champions 2026/2027 sebagai pemegang rekor 15 gelar European Cup/Liga Champions. Mereka juga memiliki pengalaman sangat panjang di kompetisi ini, dengan 31 penampilan di fase utama, menyamai Barcelona sebagai yang terbanyak.

Musim lalu, Madrid finis di posisi ke-11 fase liga dengan lima kemenangan dan tiga kekalahan. Mereka kemudian melewati Benfica dan Manchester City di fase gugur sebelum tersingkir dari Bayern Munich pada perempat final dengan agregat 4-6.

Pertandingan melawan Inter juga datang setelah Madrid mengalami kekalahan 0-1 dari Real Betis di LaLiga. Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Madrid pada periode kedua Mourinho di klub.

Situasi itu membuat laga pembuka Liga Champions memiliki arti lebih dari sekadar tiga poin pertama fase liga. Madrid perlu membangun kembali stabilitas setelah hasil mengecewakan di kompetisi domestik.

Inter Membawa Pengalaman dari Dua Final

Inter juga bukan lawan yang bisa dinilai hanya berdasarkan rekor pertemuan dengan Madrid. Klub asal Milan itu mencapai final Liga Champions pada 2023 dan 2025, meski gagal meraih trofi pada kedua kesempatan tersebut.

Pada musim 2025/2026, Inter finis di posisi ke-10 fase liga dengan lima kemenangan dan tiga kekalahan. Perjalanan mereka kemudian terhenti di playoff fase gugur setelah kalah dari Bodø/Glimt dengan agregat 1-3.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Inter tetap memiliki pengalaman kompetitif di level tertinggi Eropa. Mereka datang ke Bernabéu dengan modal pengalaman dari dua final dalam beberapa musim terakhir, meskipun rekor melawan Madrid belum mendukung.

Inter juga memiliki catatan tandang yang perlu diperhatikan. UEFA mencatat mereka tidak menang dalam 13 pertandingan tandang terakhir melawan klub-klub Spanyol, dengan empat hasil imbang dan sembilan kekalahan.

Pertemuan Lama, Pertarungan yang Berbeda

Head-to-head memberikan gambaran mengenai bagaimana dua klub ini saling berhadapan sepanjang sejarah. Madrid unggul dalam jumlah kemenangan, lebih dominan dalam pertemuan terbaru, dan memiliki catatan kandang yang kuat.

Tetapi pertandingan baru tidak dimainkan oleh statistik masa lalu. Pemain yang tampil, pendekatan taktik, kondisi tim, dan momentum kompetisi menentukan bagaimana duel berlangsung di lapangan.

Karena itu, rekor lama lebih tepat dibaca sebagai konteks daripada jaminan hasil. Inter datang dengan kesempatan untuk memutus tren buruk, sementara Madrid memiliki peluang mempertahankan dominasi terbaru di hadapan pendukungnya.

Pertandingan di Santiago Bernabéu akhirnya menjadi titik temu antara dua hal: sejarah yang sulit diabaikan dan era baru yang belum sepenuhnya terbentuk. Rekor lama memang masih berpihak kepada Real Madrid, tetapi duel pada fase liga Liga Champions 2026/2027 akan menentukan apakah dominasi tersebut kembali berlanjut atau justru mulai berubah arah. (sal/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *