MAKASSAR, inspirasinusantara.id — PSM Makassar memasuki musim 2026/2027 dengan wajah yang jauh berbeda. Setelah mengumumkan 10 pemain yang meninggalkan klub, total sudah 17 penggawa dari skuad musim lalu yang dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari Juku Eja.
Pengumuman terbaru disampaikan PSM melalui akun Instagram resmi klub pada Selasa, 11 Agustus 2026. Sepuluh nama yang dilepas terdiri dari lima pemain asing dan lima pemain lokal.
Lima pemain asing tersebut adalah Jacques Thémopelé, Savio Roberto, Alex Tanque, Sheriddin Boboev, dan Daisuke Sakai. Keputusan itu menunjukkan bahwa perombakan PSM bukan hanya menyasar pemain pelapis, tetapi juga sejumlah pemain yang sebelumnya mendapatkan menit bermain cukup besar.
Bukan Sekadar Pergantian Pemain
Menariknya, beberapa pemain asing yang pergi masih memberikan kontribusi selama memperkuat PSM pada musim 2025/2026.
BACA JUGA: Kedatangan Legiun Asing Baru PSM Makassar Kian Nyata
Jacques mencatat satu gol dan dua assist dari 28 penampilan. Savio membukukan empat gol dan satu assist dalam 27 pertandingan, sementara Alex Tanque mencetak enam gol dan tiga assist dari 29 laga bersama PSM. Data tersebut menunjukkan bahwa kepergian mereka tidak semata-mata berkaitan dengan minimnya kontribusi di lapangan.
Daisuke Sakai juga bukan pemain yang baru datang. Gelandang asal Jepang tersebut telah menjadi bagian dari PSM sejak Juli 2024 dan melewati dua musim bersama klub.
Sementara itu, Sheriddin Boboev memiliki masa kebersamaan yang lebih singkat. Penyerang tersebut baru didatangkan pada Januari 2026 sebelum akhirnya masuk dalam daftar pemain yang dilepas pada awal musim berikutnya.
Eksodus Sudah Berlangsung Sebelumnya
Sepuluh nama yang diumumkan pada 11 Agustus bukanlah gelombang pertama. Sebelumnya, tujuh pemain PSM telah lebih dulu meninggalkan klub.
Daffa Salman dan Dzaky Asraf memilih Persik, sedangkan Victor Dethan bergabung dengan Persija Jakarta. Lima lainnya, yakni Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, Gledson Paixao, dan Yuran Fernandes, melanjutkan karier bersama Persebaya Surabaya.
Ada pula beberapa perubahan lain di sektor pemain lokal. Sulthan Zaky pindah ke PSMS Medan, Dzaky Asraf menjadi bagian dari Persik Kediri, sedangkan Rifky Dwi Septiawan kembali ke Persita Tangerang setelah masa peminjamannya berakhir.
Dengan demikian, angka 17 bukan sekadar statistik transfer. Jumlah tersebut menggambarkan perubahan besar terhadap komposisi skuad PSM menjelang kompetisi baru.
Tantangan Besar untuk Darije
Perombakan sebesar ini membuat pekerjaan Darije Kalezic tidak ringan. Pelatih PSM tersebut harus membangun kembali struktur tim dengan pemain yang memiliki karakter, pengalaman, dan pemahaman taktik berbeda.
Persoalannya bukan hanya mencari pengganti berdasarkan posisi. Pemain baru juga harus mampu mengisi fungsi yang sebelumnya dijalankan oleh pemain yang telah pergi, sekaligus membentuk kombinasi baru dalam waktu persiapan yang terbatas.
Kondisi ini membuat pramusim menjadi periode penting bagi PSM. Skuad baru membutuhkan waktu untuk membangun chemistry, memahami sistem permainan, dan menemukan komposisi sebelas pemain utama.
PSM sendiri tengah menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta hingga 21 Agustus 2026. Agenda tersebut menjadi ruang penting bagi Kalezic untuk menguji pemain baru sekaligus menentukan struktur tim yang akan digunakan menghadapi musim 2026/2027.
PSM Mulai Bangun Wajah Baru
Eksodus pemain juga berjalan beriringan dengan aktivitas PSM di bursa transfer. Sejumlah pemain dikabarkan masuk dalam proyek baru Juku Eja, termasuk beberapa pemain asal Eropa.
Nama yang mencuat antara lain Nenad Lalic, Stefan Jevtoski, Navarone Foor, dan Luka Bulatovic. PSM juga dikaitkan dengan bek tengah Agung Mannan serta penyerang muda Arkhan Kaka. Namun, nama-nama tersebut perlu dibedakan antara pemain yang telah resmi diperkenalkan dan pemain yang masih menunggu pengumuman klub.
Jevtoski menjadi salah satu nama baru yang sudah mendapat perhatian dalam persiapan PSM. Dalam laga uji coba melawan Persita yang berakhir 3-1 untuk PSM, pemain tersebut bahkan mencetak gol.
Artinya, PSM tidak sedang sekadar mengurangi jumlah pemain. Klub juga tengah menggeser fondasi skuad menuju komposisi yang dianggap lebih sesuai dengan rencana tim pelatih.
Apa Dampaknya bagi PSM?
Perombakan besar selalu membawa dua sisi. Di satu sisi, pergantian pemain memberikan kesempatan bagi PSM untuk memperbaiki komposisi setelah menjalani musim sebelumnya.
Di sisi lain, terlalu banyak perubahan dalam waktu singkat dapat membuat proses membangun tim menjadi lebih panjang. Pemain baru harus beradaptasi dengan lingkungan, rekan setim, karakter sepak bola Indonesia, hingga tuntutan suporter PSM.
Karena itu, keberhasilan PSM pada Super League 2026/2027 tidak akan ditentukan hanya oleh siapa yang datang dan siapa yang pergi. Faktor yang lebih penting adalah seberapa cepat Kalezic mampu mengubah kumpulan pemain baru menjadi sebuah tim yang memiliki identitas permainan.
Bagi Juku Eja, musim baru akhirnya bukan hanya tentang mempertahankan nama besar. Ini menjadi ujian apakah perombakan besar-besaran tersebut mampu menghasilkan skuad yang lebih kompetitif.
Jika proses regenerasi berjalan efektif, eksodus 17 pemain dapat menjadi titik awal bagi PSM membangun fondasi baru. Namun jika adaptasi berjalan lambat, besarnya perubahan justru bisa menjadi tantangan tersendiri sejak awal kompetisi. (sal/IN)














