Banner Pajak

Como 1907 Mulai Menunjukkan Wajah Baru di Era Cesc Fàbregas

Como 1907 terus memperlihatkan perubahan karakter sejak berada di bawah kendali Cesc Fàbregas. Kemenangan atas Parma memperlihatkan tim yang semakin percaya diri mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola, tekanan tinggi, dan variasi serangan.

Como vs Parma
KERAS. Pemain Como menghadang lawan saat mengalahkan Parma 2-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia. (foto:instagram@comofootbal)

INSPIRASINUSANTARA.ID — Como 1907 kembali mempertegas perubahan wajahnya pada awal musim 2026/2027. Tim asuhan Cesc Fàbregas mengalahkan Parma 2-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia dan mencatat kemenangan keempat secara beruntun di semua kompetisi.

Hasil tersebut tidak hanya menambah tiga poin. Como menunjukkan bahwa keberhasilan mereka tidak lagi bergantung pada satu pertandingan atau satu pemain. Identitas permainan mulai terlihat lebih jelas melalui penguasaan bola, tekanan tinggi, serta keberanian memainkan bola di wilayah lawan.

AS mencatat Como mampu mengendalikan Parma terutama pada babak pertama. Tim Fàbregas menekan lawan sejak area pertahanannya sendiri dan memanfaatkan penguasaan bola untuk membangun serangan.

Tekanan tinggi mulai menjadi identitas

Como mengawali pertandingan dengan situasi yang cukup terbuka. Parma sempat mencoba mengimbangi permainan, tetapi Como perlahan mengambil kendali.

Tekanan tinggi membuat Parma kesulitan membangun serangan. Setelah mampu merebut momentum, Como mulai memanfaatkan kreativitas para pemain di lini depan.

Pada menit ke-15, Moise Kean membuka keunggulan setelah menerima umpan Yan Couto. Delapan menit kemudian, Como menggandakan tekanan hingga Ramón mencetak gol dari situasi di kotak penalti setelah menerima umpan silang Nico Paz.

Dua gol tersebut menggambarkan pola yang ingin dibangun Fàbregas. Como tidak hanya menunggu kesalahan lawan, tetapi aktif menciptakan situasi yang memaksa lawan bertahan semakin dalam.

Parma bahkan kesulitan mengembangkan serangan secara konsisten sepanjang babak pertama. Como mampu menjaga permainan tetap berada di wilayah lawan dan membuat peluang Parma relatif terbatas.

Babak kedua menguji kematangan Como

Perubahan permainan muncul setelah jeda. Parma tampil lebih agresif dan mulai menemukan ruang untuk menyerang.

Pada menit ke-66, Romero hampir memperkecil ketertinggalan. Tembakannya setelah menerima umpan Valeri hanya membentur tiang gawang.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa dominasi Como belum berarti pertandingan sepenuhnya aman. Parma mulai mendapatkan momentum, sementara Como harus mempertahankan konsentrasi ketika tekanan berbalik arah.

Fàbregas kemudian melakukan sejumlah perubahan. Salah satunya memasukkan Jesús Rodríguez yang memberi energi tambahan di lini depan.

Pergantian tersebut akhirnya berbuah. Pada menit ke-83, Jesús Rodríguez mendapat dua peluang yang berhasil dihentikan kiper Parma Corvi. Bola kemudian jatuh kepada Kaiki yang menyelesaikan peluang dari tengah kotak penalti untuk membawa Como unggul 2-0.

Parma memang sempat mencetak gol melalui Romero pada menit ke-92. Namun, gol tersebut tidak mengubah hasil pertandingan.

Como tidak lagi sekadar klub yang sedang naik

Perkembangan Como menjadi semakin menarik jika melihat perjalanan klub dalam beberapa musim terakhir.

Pada 2026, Como untuk pertama kalinya dalam sejarah lolos ke Liga Champions setelah finis di posisi yang memungkinkan mereka mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa. Pencapaian itu menegaskan perubahan besar klub yang beberapa tahun sebelumnya masih bermain di level bawah sepak bola Italia.

Fàbregas menjadi salah satu figur utama dalam transformasi tersebut. Ia tidak hanya membawa pendekatan teknis baru, tetapi juga membangun identitas permainan yang ingin dipertahankan Como.

Sebelumnya, AS menggambarkan gaya permainan Como di bawah Fàbregas melalui tekanan tinggi, intensitas permainan, kedalaman serangan, serta peran aktif para pemain sayap. Identitas tersebut tetap terlihat meskipun komposisi pemain berubah.

Hal itu penting karena klub yang sedang berkembang biasanya menghadapi tantangan ketika level kompetisi meningkat. Como kini tidak lagi sekadar mengejar status sebagai tim kejutan. Mereka harus membuktikan bahwa fondasi permainan yang dibangun Fàbregas mampu bertahan ketika menghadapi lawan-lawan dengan kualitas lebih tinggi.

Wajah baru Como terlihat dari cara bermain

Kemenangan atas Parma memperlihatkan salah satu ciri penting Como era Fàbregas: permainan tidak berhenti pada penguasaan bola.

Como berusaha mengubah penguasaan menjadi tekanan, tekanan menjadi peluang, lalu peluang menjadi gol. Ketika Parma meningkatkan intensitas pada babak kedua, Como juga menunjukkan kemampuan untuk merespons melalui pergantian pemain dan variasi serangan.

Keberhasilan tersebut membuat empat kemenangan beruntun Como menjadi lebih dari sekadar catatan statistik. Rangkaian itu memperlihatkan tim yang mulai memiliki pola permainan dan kepercayaan diri.

Como juga memasuki musim ini dengan pengalaman baru di Liga Champions. Sebelumnya, klub tersebut meraih kemenangan besar 4-1 atas RB Leipzig dalam debutnya di kompetisi tersebut. Pencapaian itu semakin memperbesar ekspektasi terhadap proyek Fàbregas.

Karena itu, wajah baru Como bukan hanya soal posisi di klasemen atau jumlah kemenangan. Perubahannya terlihat dari cara klub memainkan pertandingan.

Dari tim yang dahulu lebih dikenal karena kisah kebangkitannya, Como kini mulai membangun identitas sebagai tim yang ingin mengontrol permainan. Di situlah pengaruh Fàbregas semakin terlihat: Como tidak hanya ingin bertahan di level tertinggi, tetapi juga ingin menentukan bagaimana pertandingan dimainkan. (sal/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *